Social Icons

Pages

Selasa, 02 Juli 2013

5 Aturan Penting Bagi Penyandang Diabetes yang Ingin Puasa Ramadan


ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Menjelang Ramadan, penyandang diabetes Muslim kerap kali khawatir tidak bisa berpuasa karena kondisinya. Padahal dengan aturan sederhana, mereka tetap bisa memenuhi kewajibannya.

"Berpuasa memang kewajiban, penyandang diabetes pun bisa melakukannya. Yang penting benar-benar harus menaati anjuran yang sudah diberikan oleh dokter," ujar dr Em Yunir, SpPD, KEMD, spesialis penyakit dalam, dalam acara 'Kelola Diabetes Anda Secara Tepat Selama Berpuasa!', yang diadakan di ruang Candi Kalasan, Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Berikut anjuran dari dr Yunir untuk penyandang diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa:

1. Lakukan pemeriksaan gula darah rutin selama berpuasa

Pemeriksaan gula darah rutin sebaiknya dilakukan beberapa kali dalam sehari, khususnya pada penyandang DM tipe 1 atau tipe 2 yang mendapat insulin. Waktu untuk melakukan pemeriksaan gula darah dilakukan sebelum berbuka dan 2 jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari atau sekitar pukul 12 siang, dan sesuai kebutuhan.

2. Perhatikan pola makan saat sahur dan berbuka

Sahur dianjurkan oleh dr Yunir dilakukan saat mendekati imsak. Selain itu, perlu juga diatur pembagian porsi makan saat makan saat maghrib hingga sahur. "Sebaiknya porsi makan saat sahur sebesar 50 persen dari total kebutuhan kalori per hari, setelah tarawih 10 persen, dan saat maghrib 40 persen," ujar dr Yunir.

"Ada juga hal yang perlu diingat dan diperhatikan, yakni perhatikan jumlah kalori dalam setiap jenis makanan dan memperhatikan kandungan kalori setiap mengambil makanan," lanjutnya.

3. Perbanyak minum air putih

Konsumsi air putih yang cukup saat malam hari sangat penting bagi penyandang diabetes yang sedang menjalankan puasa.
"Minum air putih cukup sangat penting, saya anjurkan minum air putih saat malam. Kalau perlu bawa botol air minum sendiri saat tarawih," ungkap dr Yunir, yang kini juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

4. Batasi aktivitas fisik

Saat bulan puasa, menurut dr Yunir sebaiknya batasi aktivitas fisik seperti olahraga. Olahraga yang terlalu berat seperti futsal atau sepak bola jika dipaksakan maka justru bisa membahayakan kesehatan penyandang diabetes.

"Hindari juga melakukan olahraga menjelang buka puasa. Sebab, saat itu kondisi tubuh diperkirakan sedang lemah karena kadar gula darah sangat rendah. Tarawih sangat dianjurkan karena bisa menjadi salah satu aktivitas fisik, apalagi jika dilakukan 23 rakaat," ujar dr Yunir.

5. Konsultasi ke dokter sebelum bulan puasa

"Aturan tertentu kadang tidak bisa dibuat general, khususnya untuk pengobatan medis. Kalau penyandang diabetesnya sudah diberi suntikan insulin dan obat tertentu, sebaiknya konsultasi ke dokter," ujar dr Yunir.

Dr Yunir mengungkapkan kadang beberapa pasien hanya rajin mengikuti aturan dokter di minggu awal Ramadan saja, nanti setelahnya mulai tidak teratur. Ini yang menjadi penyebab kondisi kesehatannya menjadi semakin menurun. "Kuncinya taati aturan dokter, kalau sudah dianjurkan pola tertentu, maka bisa dipastikan pola tersebut adalah pola terbaik bagi penyandang diabetes. Jadi kalau mau puasa dengan tetap sehat, harus disiplin," terang dr Yunir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text