Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Kulit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin C bagi Kulit


Pulang dari kantor, Jasmine mematut diri di cermin. Rupanya, ucapan sahabatnya, masih tergiang-giang di telinga. Kok tumben wajahmu kusam, biasanya wajahmu segar, ucap Ira sahabat Jasmine.
Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin C bagi Kulit
Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin
C bagi Kulit

Apakah Moms mengalami hal yang sama dengan Jasmine? Jangan khawatir dan bersedih hati, ada cara alami dan gampang merawat kulit loh! Ayo, simak resep membuat kulit sehat ala dr Eddy Karta SpKK, dokter kulitEdmo House dan dokter gizi klinis dari RS Medistra Jakarta, dr Cindiawaty Pudjiati MARS MA SpGK.

Ciri Ciri Kulit Sehat

Puas rasanya bila cantik terpancar melalui kulit yang sehat. Lalu, apa sih kulit sehat itu? Ya, saat kulit mampu menjalankan fungsinya untuk sekresi (mengeluarkan keringat, minyak, bahan produk buangan), dan absorbsi (menyerap zat-zat). Tentu saja, kulit sehat ada cirinya loh Moms, antara lain bersih, tidak ada ruam, tidak kering, tidak mengelupas, lembap, kenyal, elastis (tidak ada kerut), tidak mengilap, tidak kusam, dan tidak ada bercak kehitaman (hiperpigmentasi) atau keputihan (hipopigmentasi). 

Selain itu, kulit memiliki tekstur yang halus dan permukaannya rata. Sebab, kulit itu mempunyai kadar air cukup yang menjaga kelembapannya. Dan lapisan lemak yang melindungi kulit dari kehilangan cairan, juga asam amino dan lapisan lemak yang memroteksi kulit dari kuman.

Vitamin C, Si Penangkal Radikal Bebas! 

Hampir setiap hari Moms terkena radikal bebas, entah itu, asap kendaraan, asap rokok, freon, paparan sinar matahari, dan masih banyak lagi. Efeknya, membuat kulit rusak.

Nah, cara ampuh melawan radikal bebas ialah mengasup antioksidan. Mengapa antioksidan? Karena antioksidan berperan melindungi protein atau asam amino penyusun kolagen (komponen utama lapisan kulitdermis) dan elastin (protein pada kulitdan jaringan tubuh).

Salah satu antioksidan adalah vitamin C. Selain mencegah gusi berdarah, meningkatkan pembuangan feses, membantu penyerapan zat besi, vitamin C juga sebagai antioksidan.

Antioksidan dalam vitamin C ini berfungsi memperbaiki sel tubuh dan jaringan kulit yang rusak. Selain itu, vitamin ini bersifat menyimpan air (water holder) yang menjaga kelembaban kulit dan mencegah kekeringan, serta melancarkan peredaran darah agar kulit terlihat segar.

Sudah tahu manfaat vitamin C, kini giliran Moms mengasup vitamin C. Lalu, berapa takarannya? Moms cukup mengonsumsi vitamin Csebanyak 90 mg per hari.


Sumber: okezone.com

Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin C bagi Kulit


Pulang dari kantor, Jasmine mematut diri di cermin. Rupanya, ucapan sahabatnya, masih tergiang-giang di telinga. Kok tumben wajahmu kusam, biasanya wajahmu segar, ucap Ira sahabat Jasmine.
Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin C bagi Kulit
Ciri-Ciri Kulit Sehat dan Manfaat Vitamin
C bagi Kulit

Apakah Moms mengalami hal yang sama dengan Jasmine? Jangan khawatir dan bersedih hati, ada cara alami dan gampang merawat kulit loh! Ayo, simak resep membuat kulit sehat ala dr Eddy Karta SpKK, dokter kulitEdmo House dan dokter gizi klinis dari RS Medistra Jakarta, dr Cindiawaty Pudjiati MARS MA SpGK.

Ciri Ciri Kulit Sehat

Puas rasanya bila cantik terpancar melalui kulit yang sehat. Lalu, apa sih kulit sehat itu? Ya, saat kulit mampu menjalankan fungsinya untuk sekresi (mengeluarkan keringat, minyak, bahan produk buangan), dan absorbsi (menyerap zat-zat). Tentu saja, kulit sehat ada cirinya loh Moms, antara lain bersih, tidak ada ruam, tidak kering, tidak mengelupas, lembap, kenyal, elastis (tidak ada kerut), tidak mengilap, tidak kusam, dan tidak ada bercak kehitaman (hiperpigmentasi) atau keputihan (hipopigmentasi). 

Selain itu, kulit memiliki tekstur yang halus dan permukaannya rata. Sebab, kulit itu mempunyai kadar air cukup yang menjaga kelembapannya. Dan lapisan lemak yang melindungi kulit dari kehilangan cairan, juga asam amino dan lapisan lemak yang memroteksi kulit dari kuman.

Vitamin C, Si Penangkal Radikal Bebas! 

Hampir setiap hari Moms terkena radikal bebas, entah itu, asap kendaraan, asap rokok, freon, paparan sinar matahari, dan masih banyak lagi. Efeknya, membuat kulit rusak.

Nah, cara ampuh melawan radikal bebas ialah mengasup antioksidan. Mengapa antioksidan? Karena antioksidan berperan melindungi protein atau asam amino penyusun kolagen (komponen utama lapisan kulitdermis) dan elastin (protein pada kulitdan jaringan tubuh).

Salah satu antioksidan adalah vitamin C. Selain mencegah gusi berdarah, meningkatkan pembuangan feses, membantu penyerapan zat besi, vitamin C juga sebagai antioksidan.

Antioksidan dalam vitamin C ini berfungsi memperbaiki sel tubuh dan jaringan kulit yang rusak. Selain itu, vitamin ini bersifat menyimpan air (water holder) yang menjaga kelembaban kulit dan mencegah kekeringan, serta melancarkan peredaran darah agar kulit terlihat segar.

Sudah tahu manfaat vitamin C, kini giliran Moms mengasup vitamin C. Lalu, berapa takarannya? Moms cukup mengonsumsi vitamin Csebanyak 90 mg per hari.


Sumber: okezone.com

Selasa, 28 Agustus 2012

Kulit Kering Pencetus Dermatitis Atopik


Kulit kering bisa memicu munculnya dermatitis atopik. Waspadalah, penyakit kulit yang cukup mengganggu ini bisa menyerang siapa saja.

Kulit adalah bagian terluar pada tubuh manusia. Tidak heran kulit menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Dibutuhkan kulit yang sehat dan terawat untuk menambah rasa percaya diri. Itu membuat banyak orang menempuh berbagai cara untuk mendapatkan kulit sehat,mulus,dan indah. Namun, berbagai keluhan seputar kulit semakin sering dijumpai, mulai dari kelainan pigmentasi, kulit berjerawat hingga penyakit kulit yang disebut dengan dermatitis atopik.

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang bersifat menahun, kumat-kumatan, umumnya dimulai saat bayi dan anak-anak. Namun, penyakit yang menyerang kulit di bagianbagian yang tidak bisa diduga ini dapat pula menetap hingga dewasa atau malah baru muncul saat dewasa.

Jika dirunut sejarahnya, dermatitis berasal dari kata derma (kulit) dan itis (radang), sehingga dermatitis berarti kulit yang sedang meradang.

Atopik sendiri berarti bakat yang diturunkan pada seseorang untuk menderita alergi terhadap sesuatu. Gejala yang ditimbulkan oleh dermatitis atopik bisa berupa rasa gatal berkepanjangan yang disertai munculnya warna kemerahan pada kulit. Gejala lainnya yang bisa dilihat dengan mata telanjang adalah munculnya bentol-bentol pada tangan, kaki, leher, tengkuk, lipat siku, dan lipat lutut.

Walaupun umum ditemukan pada anak-anak, remaja atau orang dewasa, namun penyebab penyakit ini belum jelas. Diduga ada beberapa faktor yang memegang peranan penting dalam proses terjadinya penyakit ini, yaitu faktor genetika (keturunan), faktor imunologi (kekebalan tubuh) dan faktor psikologi serta adanya faktor pencetus endogen (dari dalam), dan eksogen (dari luar) tubuh yang menjadi pemicu munculnya dermatitis atopik.

"Dermatitis atopik dapat menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Penyakit kulit ini tidak berbahaya juga tidak menular, namun sangat mengganggu.  Itu karena rasa gatal bisa datang kapan saja," kata Dokter Kulit dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Dr Edwin, dihubungi beberapa waktu lalu.

Dermatitis atopik yang diderita oleh anak-anak, biasanya akan terus menyerang hingga dewasa, namun bersifat kambuh-kambuhan. Sebanyak 50 persen pasien anak-anak terus mengalami gejala dermatitis atopik hingga usia dewasa. Anak-anak paling sering mengalami penyakit ini pada masa lima tahun pertama kehidupan.

Masa awal kanak-kanak tersebut adalah periode yang penting untuk perkembangan fisik dan psikososial. Pada masa ini anak-anak belajar mengenai perilaku dan memiliki pola tidur. Munculnya penyakit dermatitis atopik ini dapat mengganggu terbentuknya pola tidur yang tidak normal, perilaku dan hubungan yang tidak normal pula.

Kelainan fisiologik dan psikologik telah dilaporkan terjadi pada anak-anak dengan penyakit ini. Meskipun dermatitis atopik merupakan penyakit yang sulit dikontrol, dokter dapat memberikan saran untuk mengurangi gejala yang terjadi. Pengobatan yang efektif harus diberikan untuk mengurangi tanda, gejala dan kekambuhan, serta mencegah bertambah beratnya penyakit.

Jika seseorang menderita dermatitis atopik, harus diperhatikan apakah mengalami kekambuhan atau memburuk setelah kontak dengan beberapa benda yang digunakan dalam keseharian,misalnya baju berbahan dasar wol.

Dermatitis atopik juga bisa dipicu oleh gesekan dengan bahan pakaian yang ketat, mandi air panas dengan jangka waktu lama dan keringat berlebih pada cuaca panas.

"Dermatitis atopik bisa juga disebabkan oleh alergi makanan. Cobalah untuk menghentikan makanan yang diduga sebagai pemicu. Jika setelah itu tidak kumat, sebaiknya jangan lagi mengonsumsi makanan yang menjadi pencetus," kata dokter berambut cepak tersebut.

Lebih lanjut ditambahkannya, jika dermatitis atopik dipicu oleh penggunaan produk pembersih kulit seperti sabun mandi, sebaiknya hindari penggunaan sabun mandi yang menggunakan bahan pewangi dan gunakan pembersih bebas sabun.

Olesi kulit dengan krim emolien setelah mandi. Jangan memakaikan pakaian yang terbuat dari bahan iritatif seperti wol dan nilon, hindari juga pakaian berlapis-lapis untuk mencegah produksi keringat yang berlebih.

"Dermatitis atopik juga bisa dipicu oleh debu yang ada. Bersihkan debu yang menumpuk di sekeliling rumah. Bersihkan juga karpet, kasur dari debu atau buku-buku yang kemungkinan berada di dalam kamar," katanya lagi.

Dermatitis atopik merupakan penyakit genetik yang kompleks, melibatkan interaksi faktor genetik dan lingkungan. Paradigma baru tentang dermatitis atopik berdasarkan fakta bahwa kekeringan kulit merupakan faktor penting yang bisa memicu munculnya dermatitis atopik.

"Bagi penderita disarankan untuk menggunakan pelembab kulit yang sehat dan tidak mengandung sabun dan pewangi," tuturnya.


Sumber: okezone.com

Kulit Kering Pencetus Dermatitis Atopik


Kulit kering bisa memicu munculnya dermatitis atopik. Waspadalah, penyakit kulit yang cukup mengganggu ini bisa menyerang siapa saja.

Kulit adalah bagian terluar pada tubuh manusia. Tidak heran kulit menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Dibutuhkan kulit yang sehat dan terawat untuk menambah rasa percaya diri. Itu membuat banyak orang menempuh berbagai cara untuk mendapatkan kulit sehat,mulus,dan indah. Namun, berbagai keluhan seputar kulit semakin sering dijumpai, mulai dari kelainan pigmentasi, kulit berjerawat hingga penyakit kulit yang disebut dengan dermatitis atopik.

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang bersifat menahun, kumat-kumatan, umumnya dimulai saat bayi dan anak-anak. Namun, penyakit yang menyerang kulit di bagianbagian yang tidak bisa diduga ini dapat pula menetap hingga dewasa atau malah baru muncul saat dewasa.

Jika dirunut sejarahnya, dermatitis berasal dari kata derma (kulit) dan itis (radang), sehingga dermatitis berarti kulit yang sedang meradang.

Atopik sendiri berarti bakat yang diturunkan pada seseorang untuk menderita alergi terhadap sesuatu. Gejala yang ditimbulkan oleh dermatitis atopik bisa berupa rasa gatal berkepanjangan yang disertai munculnya warna kemerahan pada kulit. Gejala lainnya yang bisa dilihat dengan mata telanjang adalah munculnya bentol-bentol pada tangan, kaki, leher, tengkuk, lipat siku, dan lipat lutut.

Walaupun umum ditemukan pada anak-anak, remaja atau orang dewasa, namun penyebab penyakit ini belum jelas. Diduga ada beberapa faktor yang memegang peranan penting dalam proses terjadinya penyakit ini, yaitu faktor genetika (keturunan), faktor imunologi (kekebalan tubuh) dan faktor psikologi serta adanya faktor pencetus endogen (dari dalam), dan eksogen (dari luar) tubuh yang menjadi pemicu munculnya dermatitis atopik.

"Dermatitis atopik dapat menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Penyakit kulit ini tidak berbahaya juga tidak menular, namun sangat mengganggu.  Itu karena rasa gatal bisa datang kapan saja," kata Dokter Kulit dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Dr Edwin, dihubungi beberapa waktu lalu.

Dermatitis atopik yang diderita oleh anak-anak, biasanya akan terus menyerang hingga dewasa, namun bersifat kambuh-kambuhan. Sebanyak 50 persen pasien anak-anak terus mengalami gejala dermatitis atopik hingga usia dewasa. Anak-anak paling sering mengalami penyakit ini pada masa lima tahun pertama kehidupan.

Masa awal kanak-kanak tersebut adalah periode yang penting untuk perkembangan fisik dan psikososial. Pada masa ini anak-anak belajar mengenai perilaku dan memiliki pola tidur. Munculnya penyakit dermatitis atopik ini dapat mengganggu terbentuknya pola tidur yang tidak normal, perilaku dan hubungan yang tidak normal pula.

Kelainan fisiologik dan psikologik telah dilaporkan terjadi pada anak-anak dengan penyakit ini. Meskipun dermatitis atopik merupakan penyakit yang sulit dikontrol, dokter dapat memberikan saran untuk mengurangi gejala yang terjadi. Pengobatan yang efektif harus diberikan untuk mengurangi tanda, gejala dan kekambuhan, serta mencegah bertambah beratnya penyakit.

Jika seseorang menderita dermatitis atopik, harus diperhatikan apakah mengalami kekambuhan atau memburuk setelah kontak dengan beberapa benda yang digunakan dalam keseharian,misalnya baju berbahan dasar wol.

Dermatitis atopik juga bisa dipicu oleh gesekan dengan bahan pakaian yang ketat, mandi air panas dengan jangka waktu lama dan keringat berlebih pada cuaca panas.

"Dermatitis atopik bisa juga disebabkan oleh alergi makanan. Cobalah untuk menghentikan makanan yang diduga sebagai pemicu. Jika setelah itu tidak kumat, sebaiknya jangan lagi mengonsumsi makanan yang menjadi pencetus," kata dokter berambut cepak tersebut.

Lebih lanjut ditambahkannya, jika dermatitis atopik dipicu oleh penggunaan produk pembersih kulit seperti sabun mandi, sebaiknya hindari penggunaan sabun mandi yang menggunakan bahan pewangi dan gunakan pembersih bebas sabun.

Olesi kulit dengan krim emolien setelah mandi. Jangan memakaikan pakaian yang terbuat dari bahan iritatif seperti wol dan nilon, hindari juga pakaian berlapis-lapis untuk mencegah produksi keringat yang berlebih.

"Dermatitis atopik juga bisa dipicu oleh debu yang ada. Bersihkan debu yang menumpuk di sekeliling rumah. Bersihkan juga karpet, kasur dari debu atau buku-buku yang kemungkinan berada di dalam kamar," katanya lagi.

Dermatitis atopik merupakan penyakit genetik yang kompleks, melibatkan interaksi faktor genetik dan lingkungan. Paradigma baru tentang dermatitis atopik berdasarkan fakta bahwa kekeringan kulit merupakan faktor penting yang bisa memicu munculnya dermatitis atopik.

"Bagi penderita disarankan untuk menggunakan pelembab kulit yang sehat dan tidak mengandung sabun dan pewangi," tuturnya.


Sumber: okezone.com

Cara Mudah Hilangkan Bekas Hitam pada Kulit


Tak hanya masalah jerawat saja yang dapat menganggu penampilan. Masalah bagian kulit tertentu yang lebih hitam atau gelap dari bagian kulit lainnya juga mampu membuat rasa percaya diri Moms menciut, bukan?

Misal, kulit lengan sudah putih mulus tapi bagian sikunya gelap atau memiliki kaki jenjang tapi bagian lututnya hitam. Meski hanya sebagian, tapi dirasa cukup mengganggu penampilan. Jangan risa, dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, dari Departemen Kulit dan Kelamin, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, siap memberikan tip untuk menghilangkannya!

Multifaktor

Memang, bagian tubuh tertentu ada yang berwarna lebih gelap dibanding bagian tubuh lainnya. Seperti daerah lipatan kulit di daerah siku, lutut, leher, bawah ketiak, lipatan pangkal paha (selangkangan), bawah tumit dan pantat.

Ini dikarenakan bagian-bagian tubuh tersebut cenderung lebih kering dan mengandung pigmen kulit (melanin) yang lebih banyak sehingga memicu terjadinya warna kulit yang lebih gelap.

Menghitamnya daerah-daerah tersebut disebabkan banyak hal. Faktor dari dalam (endogen) yaitu eksim, alergi, dan penyakit metabolik. Sedangkan dari luar (eksogen) seperti iritasi, trauma, gesekan atau benturan, dan paparan sinar matahari, sahut dr. Abraham.

Bisa Dicegah, Kok!



Sebenarnya, sebelum kulit menghitam dapat dicegah dengan perawatan dini. Berikut tindakan yang bisa dilakukan:

a)      Gunakan pelembab. Tujuannya agar kulit lebih sehat dan melindungi dari iritasi. Kelainan kulit timbul karena kulit sensitif, kulit menjadi sangat kering sehingga pertahanan terhadap rangsangan dari luar menurun.
b)      Pemutih. Sebaiknya berhati-hati menggunakan pemutih. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter kulit atau beauty advisor.
c)       Kalau kulit Moms sensitif terhadap deodorant, gunakan produk yang tidak mengandung deodorant. Sebaiknya gunakan bahan alami seperti tawas.
d)      Jika kulit terasa gatal jangan digaruk. Menggaruk justru akan merangsang kulit untuk mengeluarkan mediator-mediator yang membuat proses gatal bertambah. Mintalah obat penyakit anti gatal pada dokter kulit.
e)      Jaga area lipatan kulit agar tidak basah, berkeringat, dan lembap. Pasalnya dapat memicu tumbuhnya jamur dan kerusakan kulit. Dampaknya kulit dapat menghitam.


Sumber: Tabloid Mom & Kiddie 

Cara Mudah Hilangkan Bekas Hitam pada Kulit


Tak hanya masalah jerawat saja yang dapat menganggu penampilan. Masalah bagian kulit tertentu yang lebih hitam atau gelap dari bagian kulit lainnya juga mampu membuat rasa percaya diri Moms menciut, bukan?

Misal, kulit lengan sudah putih mulus tapi bagian sikunya gelap atau memiliki kaki jenjang tapi bagian lututnya hitam. Meski hanya sebagian, tapi dirasa cukup mengganggu penampilan. Jangan risa, dr. Abraham Arimuko, SpKK, MARS, dari Departemen Kulit dan Kelamin, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, siap memberikan tip untuk menghilangkannya!

Multifaktor

Memang, bagian tubuh tertentu ada yang berwarna lebih gelap dibanding bagian tubuh lainnya. Seperti daerah lipatan kulit di daerah siku, lutut, leher, bawah ketiak, lipatan pangkal paha (selangkangan), bawah tumit dan pantat.

Ini dikarenakan bagian-bagian tubuh tersebut cenderung lebih kering dan mengandung pigmen kulit (melanin) yang lebih banyak sehingga memicu terjadinya warna kulit yang lebih gelap.

Menghitamnya daerah-daerah tersebut disebabkan banyak hal. Faktor dari dalam (endogen) yaitu eksim, alergi, dan penyakit metabolik. Sedangkan dari luar (eksogen) seperti iritasi, trauma, gesekan atau benturan, dan paparan sinar matahari, sahut dr. Abraham.

Bisa Dicegah, Kok!



Sebenarnya, sebelum kulit menghitam dapat dicegah dengan perawatan dini. Berikut tindakan yang bisa dilakukan:

a)      Gunakan pelembab. Tujuannya agar kulit lebih sehat dan melindungi dari iritasi. Kelainan kulit timbul karena kulit sensitif, kulit menjadi sangat kering sehingga pertahanan terhadap rangsangan dari luar menurun.
b)      Pemutih. Sebaiknya berhati-hati menggunakan pemutih. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter kulit atau beauty advisor.
c)       Kalau kulit Moms sensitif terhadap deodorant, gunakan produk yang tidak mengandung deodorant. Sebaiknya gunakan bahan alami seperti tawas.
d)      Jika kulit terasa gatal jangan digaruk. Menggaruk justru akan merangsang kulit untuk mengeluarkan mediator-mediator yang membuat proses gatal bertambah. Mintalah obat penyakit anti gatal pada dokter kulit.
e)      Jaga area lipatan kulit agar tidak basah, berkeringat, dan lembap. Pasalnya dapat memicu tumbuhnya jamur dan kerusakan kulit. Dampaknya kulit dapat menghitam.


Sumber: Tabloid Mom & Kiddie 

Senin, 11 Juni 2012

Langkah Perawatan Hilangkan Bekas Jerawat

Bekas jerawat akan terlihat seperti flek hitam dan ini dapat diatasi dengan perawatan secara teratur menggunakan kosmetika khusus. Biokos memiliki seri White and Clear yang dapat mengatasi kondisi ini. Treatment menggunakan kosmetika ini akan berhasil maksimal bila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Berikut tip praktis untuk perawatan harian:

1. Bersihkan wajah setiap pagi dan malam menggunakan Granular Cleansing Foam. Busa pembersih ini berguna untuk membersihkan, menyegarkan, sekaligus mengangkat sel kulit mati.

2. Sebagai perlindungan kulit sebelum ke luar rumah, gunakan Silky White Moisturizer. Dengan kandungan double sunscreen, Silky White Moisturizer efektif melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A & UV B, sehingga kulit tidak menjadi gelap dan kusam.

3. Untuk optimalisasi metabolisme sel kulit setiap malam hari, gunakan Night Radiance Cream.

4. Pada saat berjerawat, gunakan Biokos Clarifying Lotion. Oleskan tepat pada bagian berjerawat. Losion antijerawat ini mengandung antiseptik dan keratolytic agent untuk mencegah dan mengatasi jerawat tanpa iritasi.

Sementara untuk perawatan mingguan, berikut tipnya:

1. Gunakan Biokos Scrub Gel, gel dengan butiran scrub dari walnut shell lembut yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati.

2. Lanjutkan Massage Cream untuk melancarkan peredaran darah dan menutrisi kulit.

3. Akhiri penggunaan Oil Control Mask untuk kekencangan kulit.


Sumber: okezone.com

Langkah Perawatan Hilangkan Bekas Jerawat

Bekas jerawat akan terlihat seperti flek hitam dan ini dapat diatasi dengan perawatan secara teratur menggunakan kosmetika khusus. Biokos memiliki seri White and Clear yang dapat mengatasi kondisi ini. Treatment menggunakan kosmetika ini akan berhasil maksimal bila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Berikut tip praktis untuk perawatan harian:

1. Bersihkan wajah setiap pagi dan malam menggunakan Granular Cleansing Foam. Busa pembersih ini berguna untuk membersihkan, menyegarkan, sekaligus mengangkat sel kulit mati.

2. Sebagai perlindungan kulit sebelum ke luar rumah, gunakan Silky White Moisturizer. Dengan kandungan double sunscreen, Silky White Moisturizer efektif melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A & UV B, sehingga kulit tidak menjadi gelap dan kusam.

3. Untuk optimalisasi metabolisme sel kulit setiap malam hari, gunakan Night Radiance Cream.

4. Pada saat berjerawat, gunakan Biokos Clarifying Lotion. Oleskan tepat pada bagian berjerawat. Losion antijerawat ini mengandung antiseptik dan keratolytic agent untuk mencegah dan mengatasi jerawat tanpa iritasi.

Sementara untuk perawatan mingguan, berikut tipnya:

1. Gunakan Biokos Scrub Gel, gel dengan butiran scrub dari walnut shell lembut yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati.

2. Lanjutkan Massage Cream untuk melancarkan peredaran darah dan menutrisi kulit.

3. Akhiri penggunaan Oil Control Mask untuk kekencangan kulit.


Sumber: okezone.com

Jumat, 04 Mei 2012

Kekurangan Air Berbahaya bagi Darah!

JIKA kita mengonsumsi kurang dari 8 gelas, maka tubuh akan membuat keseimbangan dengan jalan mengambil sumber air dari salah satu elemen tubuh, di antaranya dari darah. Kekurangan air berbahaya bagi darah. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan terganggu. Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah.

Ginjal memiliki saringan yang sangat halus. Jika harus menyaring darah yang kental, maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis. Lalu bagaimana dengan otak?

Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros, mengonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air.

Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80 persen. Otak memiliki komponen air sebanyak 90 persen, sementara darah memiliki komponen air 95 persen. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Berikut sembilan manfaat air (mineral) bagi tubuh.

1. Memperlancar sistem pencernaan. Mengonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.



2. Memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Karena itu, mengonsumsi air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembapkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan (khusus kaum hawa), kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan dengan cara menambah dosis air putih 8-10 gelas sehari.

4. Untuk kesuburan, air putih meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Menurut hasil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat serta mudah retak.

5. Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, reumatik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, dan penyakit kewanitaan, dan masih banyak lagi. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan alternatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh seperti terkena stroke. Sebab, air dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbohidrat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Air memberikan efek relaksasi. Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.

8. Bagi yang ingin menguruskan badan, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.

9. Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dan lain-lain. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kita kira-kira 2 sd/ 2,5 liter (8-10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), sirup dan lain-lainnya. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.


Sumber: okezone.com

Jumat, 06 April 2012

Panduan Pencegahan dan Pengendalian Kumbang Paederus Sp atau Serangga Tomcat

PENDAHULUAN

Baru-baru ini dilaporkan kasus dermatitis irritans  di Surabaya (2012) akibat kumbang Paederus sp. (awam mengenal dengan istilah Tomcat).

BIOEKOLOGI Paederus sp.

Klasifikasi taksonomi Paederus sp. sebagai berikut :
Phylum: Arthropoda
Kelas: Hexapoda
Ordo: Coleoptera (kumbang)
Famili: Staphylinidae
Genus: Paederus 
Spesies: Paederus littorarius, Paederus Fuscipes

Kumbang ini dikenal dengan nama semut semai, semut kayap (rove beatle), kumbang jelajah dan nama lainnya disetiap wilayah di Indonesia memiliki nama tersendiri.

Umum ditemukan diseluruh dunia, khususnya daerah tropis. Kumbang ini sesungguhnya tergolong serangga berguna karena berperan sebagai predator aktif pada beberapa serangga pengganggu tanaman padi, seperti wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng zigzag, wereng hijau dan hama kedelai.

MORPHOLOGI Paederus sp.

Berukuran panjang antara 7-10 mm dan lebar antara 0,5 sampai 1 mm. 
1)      Tubuh berbentuk memanjang, terbagi menjadi tiga bagian kepala, toraks, dan 3 ruas abdomen. Badan berwarna dasar coklat muda.
2)      Kakinya terdiri atas tiga pasang dan tidak berkuku. 
3)      Bersayap tidak sempurna dan berwarna gelap, terdiri dari dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu). 
4)      Bila terancam akan menaikkan bagian perut (abdomen) sehingga nampak seperti kalajengking.
5)      Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat.

HABITAT DAN PERILAKU Paederus sp.

Berkembang biak di habitat yang lembab seperti daun busuk basah dan tanah. 
1)      Daur hidup dari telur  - imago selama 18 hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari. 
2)      Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari.
3)      Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan berikutnya dan bersifat nokturnal.

LAPORAN KEJADIAN DERMATITIS AKIBAT KUMBANG Paederus sp.

1)      Tahun 2004, Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita gatalgatal akibat serangga Paederus sp. di Tulungagung, penderita 260 orang, dan di Kecamatan Besuki penderita 60 orang.
2)      Tahun 2008, Kota Gresik terjadi di Rumah Susun dengan 50 orang.
3)      Tahun 2009 dan 2010, Kejadian di Kenjeran Surabaya dengan penderita 20 orang.
4)      Tahun 2011, Rusunawa di Bekasi melaporkan ada 45 kasus.
5)      Tahun 2012 terjadi pada: Dinkes Prov. Jatim (22 Maret 2012): kasus telah terjadi di 12 Kabupaten/Kota penderita 610 orang, Mataram-NTB, Umbulharjo-DIY, Bekasi Timur, Tangerang Selatan, Palu-Sulteng, Garut-Jabar.

BAGAIMANA KUMBANG INI BISA BERPERAN SEBAGAI HAMA BAGI MANUSIA?

Kumbang dewasa berpindah dari habitatnya dengan berjalan di permukaan tanah atau melalui tajuk tanaman. 
1)      Pada malam hari ia tertarik pada lampu pijar dan neon, dan sebagai akibatnya, secara tidak sengaja bersentuhan dengan kehidupan manusia. 
2)      Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi secara tidak disengaja tersapu atau tergaruk tangan sehingga bagian tubuhnya hancur di atas kulit. Ketika itu ia akan mengeluarkan cairan hemolimfe, yang berisi pederin (C25H45O9N), zat kimia iritan kuat, yang akan menimbulkan reaksi gatal-gatal, rasa terbakar, eritema dan mengalir keluar 12-48 jam kemudian. 
3)      Keberadaan bakteri endosymbiotic gram negatif tertentu pada betina (+) tampaknya berperan penting untuk sintesis pederin. DNA dari bakteri simbiotik tergolong dalam genus Pseudomonas, dan Pseudomonas aeruginosa.

GEJALA KLINIS AKIBAT Paederus sp.

Kulit yang terkena (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. 
Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Manifestasi klinis yang terjadi sebagai berikut :

TATALAKSANANA KASUS PADA PENDERITA AKIBAT Paederus sp.

1)      Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga tersebut.
2)      Berikan pengobatan sebagaimana penanganan pada kasus dermatitis contact irritant, contohnya pemberian  krim kortikosteroid. 
3)      Apabila sudah timbul lesi seperti luka bakar, segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin.
4)      Apabila lesi sudah pecah, dapat diberi krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan.
5)      Ingatkan kepada pasien agar jangan menggaruk luka. Taburi luka dengan bedak sehingga tidak terjadi infeksi sekunder.
6)      Beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis.

SEPULUH UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT

1)      Jika menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit.
2)      Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
3)      Bila kumbang di kulit kita, singkirkan  hati-hati, meniup atau mengunakan kertas.
4)      Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit . 
5)      Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan kumbang.
6)      Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.
7)      Tidur menggunakan kelambu.
8)      Lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia. 
9)      Semprot dengan insektisida rumah tangga, harus dipastikan terkena langsung pada serangga sasaran.
10)   Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada disekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

UPAYA PENGENDALIAN POPULASI  Paederus sp. DI PERMUKIMAN

1)      Jika populasi  Paederus sp.  sedikit,  maka lakukan penyemprotan langsung  pada  target serangga dengan insektisida rumah tangga.   
2)      Jika populasi  Paederus sp.  padat pada permukiman, maka lakukan penyemprotan residual, dengan tetap mengedepankan pemakaian insektisida nabati.



UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN MENGHUBUNGI SUBDIT PENGENDALIAN VEKTOR, DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT DAN BERSUMBER BINATANG (DIT PPBB) Telp/fax:(021) 4247573 Email: pvkemenkes@yahoo.com

DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (DITJEN PP DAN PL) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2012

Sumber: Leaflet Paederus (http://www.depkes.go.id/downloads/Leaflet%20Paederus%20sp._REVISI_27%20Maret%202012_ok.pdf)

Panduan Pencegahan dan Pengendalian Kumbang Paederus Sp atau Serangga Tomcat

PENDAHULUAN

Baru-baru ini dilaporkan kasus dermatitis irritans  di Surabaya (2012) akibat kumbang Paederus sp. (awam mengenal dengan istilah Tomcat).

BIOEKOLOGI Paederus sp.

Klasifikasi taksonomi Paederus sp. sebagai berikut :
Phylum: Arthropoda
Kelas: Hexapoda
Ordo: Coleoptera (kumbang)
Famili: Staphylinidae
Genus: Paederus 
Spesies: Paederus littorarius, Paederus Fuscipes

Kumbang ini dikenal dengan nama semut semai, semut kayap (rove beatle), kumbang jelajah dan nama lainnya disetiap wilayah di Indonesia memiliki nama tersendiri.

Umum ditemukan diseluruh dunia, khususnya daerah tropis. Kumbang ini sesungguhnya tergolong serangga berguna karena berperan sebagai predator aktif pada beberapa serangga pengganggu tanaman padi, seperti wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng zigzag, wereng hijau dan hama kedelai.

MORPHOLOGI Paederus sp.

Berukuran panjang antara 7-10 mm dan lebar antara 0,5 sampai 1 mm. 
1)      Tubuh berbentuk memanjang, terbagi menjadi tiga bagian kepala, toraks, dan 3 ruas abdomen. Badan berwarna dasar coklat muda.
2)      Kakinya terdiri atas tiga pasang dan tidak berkuku. 
3)      Bersayap tidak sempurna dan berwarna gelap, terdiri dari dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu). 
4)      Bila terancam akan menaikkan bagian perut (abdomen) sehingga nampak seperti kalajengking.
5)      Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat.

HABITAT DAN PERILAKU Paederus sp.

Berkembang biak di habitat yang lembab seperti daun busuk basah dan tanah. 
1)      Daur hidup dari telur  - imago selama 18 hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari. 
2)      Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari.
3)      Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan berikutnya dan bersifat nokturnal.

LAPORAN KEJADIAN DERMATITIS AKIBAT KUMBANG Paederus sp.

1)      Tahun 2004, Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita gatalgatal akibat serangga Paederus sp. di Tulungagung, penderita 260 orang, dan di Kecamatan Besuki penderita 60 orang.
2)      Tahun 2008, Kota Gresik terjadi di Rumah Susun dengan 50 orang.
3)      Tahun 2009 dan 2010, Kejadian di Kenjeran Surabaya dengan penderita 20 orang.
4)      Tahun 2011, Rusunawa di Bekasi melaporkan ada 45 kasus.
5)      Tahun 2012 terjadi pada: Dinkes Prov. Jatim (22 Maret 2012): kasus telah terjadi di 12 Kabupaten/Kota penderita 610 orang, Mataram-NTB, Umbulharjo-DIY, Bekasi Timur, Tangerang Selatan, Palu-Sulteng, Garut-Jabar.

BAGAIMANA KUMBANG INI BISA BERPERAN SEBAGAI HAMA BAGI MANUSIA?

Kumbang dewasa berpindah dari habitatnya dengan berjalan di permukaan tanah atau melalui tajuk tanaman. 
1)      Pada malam hari ia tertarik pada lampu pijar dan neon, dan sebagai akibatnya, secara tidak sengaja bersentuhan dengan kehidupan manusia. 
2)      Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, tapi secara tidak disengaja tersapu atau tergaruk tangan sehingga bagian tubuhnya hancur di atas kulit. Ketika itu ia akan mengeluarkan cairan hemolimfe, yang berisi pederin (C25H45O9N), zat kimia iritan kuat, yang akan menimbulkan reaksi gatal-gatal, rasa terbakar, eritema dan mengalir keluar 12-48 jam kemudian. 
3)      Keberadaan bakteri endosymbiotic gram negatif tertentu pada betina (+) tampaknya berperan penting untuk sintesis pederin. DNA dari bakteri simbiotik tergolong dalam genus Pseudomonas, dan Pseudomonas aeruginosa.

GEJALA KLINIS AKIBAT Paederus sp.

Kulit yang terkena (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. 
Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Manifestasi klinis yang terjadi sebagai berikut :

TATALAKSANANA KASUS PADA PENDERITA AKIBAT Paederus sp.

1)      Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga tersebut.
2)      Berikan pengobatan sebagaimana penanganan pada kasus dermatitis contact irritant, contohnya pemberian  krim kortikosteroid. 
3)      Apabila sudah timbul lesi seperti luka bakar, segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin.
4)      Apabila lesi sudah pecah, dapat diberi krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan.
5)      Ingatkan kepada pasien agar jangan menggaruk luka. Taburi luka dengan bedak sehingga tidak terjadi infeksi sekunder.
6)      Beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis.

SEPULUH UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT

1)      Jika menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit.
2)      Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
3)      Bila kumbang di kulit kita, singkirkan  hati-hati, meniup atau mengunakan kertas.
4)      Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit . 
5)      Segera cuci dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan kumbang.
6)      Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.
7)      Tidur menggunakan kelambu.
8)      Lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia. 
9)      Semprot dengan insektisida rumah tangga, harus dipastikan terkena langsung pada serangga sasaran.
10)   Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada disekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

UPAYA PENGENDALIAN POPULASI  Paederus sp. DI PERMUKIMAN

1)      Jika populasi  Paederus sp.  sedikit,  maka lakukan penyemprotan langsung  pada  target serangga dengan insektisida rumah tangga.   
2)      Jika populasi  Paederus sp.  padat pada permukiman, maka lakukan penyemprotan residual, dengan tetap mengedepankan pemakaian insektisida nabati.



UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN MENGHUBUNGI SUBDIT PENGENDALIAN VEKTOR, DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT DAN BERSUMBER BINATANG (DIT PPBB) Telp/fax:(021) 4247573 Email: pvkemenkes@yahoo.com

DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (DITJEN PP DAN PL) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2012

Sumber: Leaflet Paederus (http://www.depkes.go.id/downloads/Leaflet%20Paederus%20sp._REVISI_27%20Maret%202012_ok.pdf)
 

Sample text

Sample Text

Sample Text