Social Icons

Pages

Jumat, 29 Juni 2012

Berat Badan Turun pada Masa Kehamilan

DI masa kehamilan, umumnya wanita akan mengalami penurunan berat badan. Apalagi di trimester pertama, hingga membuat bobot tubuh menyusut. Mengapa ini bisa terjadi?

Untuk mengetahui apa penyebab permasalahan tersebut, dr Yandi Jayaprana, SpOG dari RSIA Budi Kemuliaan memberikan penjelasannya.

Bisa jadi Anda mengalami hyperemesis gravidarum (HEG). HEG ditandai dengan mual dan muntah terus-menerus yang dihubungkan dengan ketosis (gangguan metabolik) dan kehilangan berat badan (kurang 5 persen berat badan sebelum hamil).

HEG bisa menyebabkan kekurangan cairan, elektrolit dan ketidakseimbangan asam basa, kekurangan gizi, bahkan kematian jika sangat parah.

Patofisiologi (gangguan fungsi tubuh) yang menjadi dasar HEG masih kontroversial. HEG muncul dari interaksi biologi kompleks, psikologis, dan faktor sosial kultur. Hyperemesis (muntah berlebihan) yang memburuk hingga dirawat di RS terjadi pada 0,3 2 persen kehamilan.

Di awal kehamilan pada bumil dengan penyakit-penyakit kronik juga dapat menyebabkan penyusutan tubuh, misalnya tuberculosis (TBC), penyakit imunologik yang menyerang sistem imun tubuh, seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS), rheumatoid arthritis, diabetes melitus tipe 1 dan lupus erythematosus. Bahkan adanya kanker.

Jika terus menyusut


Sepertinya cadangan gizi Anda saat hamil banyak 'dicuri' oleh janin. Agar moms tidak kekurangan nutrisi, tetaplah mengasup makanan dan minuman yang cukup baik dalam porsi maupun kandungan gizinya. Dengan demikian diharapkan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan akan baik sesuai dengan usia kehamilan.

Bumil juga sebaiknya mengetahui BMI (Body Mass Index) pada dirinya sehingga dapat di perkirakan berapa kenaikan berat badan selama hamil. Bumil yang sebelumnya kurus diperlukan penambahan berat badan lebih banyak daripada bumil yang sebelumnya berat badan cenderung obesitas.

Antenatal care


Di Indonesia, untuk kunjungan antenatal care dibuat pedoman, sampai 28 minggu 1 kali setiap bulan, 29-36 minggu kunjungan dilakukan 2 minggu sekali dan di atas 36 minggu setiap minggu sekali.

Kunjungan meliputi perawatan yang berhubungan dengan kondisi bumil secara umum dan sesuai usia kehamilannya, membantu mempersiapkan persalinan dan perawatan bayi  baru lahir. Jika ditemukan masalah yang memengaruhi keadaan kehamilan dan bayi dalam kandungan, maka jumlah kunjungan dan pemeriksaan ANC harus di tingkatkan.


Sumber: Mom&Kiddie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text