Social Icons

Pages

Senin, 03 September 2012

Pengelolaan Limbah Cair B3

Limbah Cair B3 pada Sarana Pelayanan Kesehatan

Sebagai tenaga Kesehatan lingkungan atau praktisi Kesehatan masyarakat, kita harus bisa memastikan, bahwa sarana pelayanan Kesehatan kita (Rumah Sakit, Puskesmas, Laboratorium, dan lainnya) sudah secara khusus mengelola limbahmedis dan limbah cair B3 yang dihasilkannya. Patokan kita dalam pengelolaan ini, antara lain merujuk peraturan pemerintah Nomor 18 tahun 1999, yang menyebutkan bahwa keberadaan limbah medis termasuk limbah B3 pada sarana pelayanan Kesehatan harus dikelola sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu berbagai upaya harus sudah dilaksanakan untuk minimalisasi limbah, sehingga usaha kelola itu dapat berjalan efektif dan efisien.

Sarana pelayanan Kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, atau laboratorium lingkungan maupn medis, dalam operasionalnya akan menghasilkan produk samping berupa limbah. Limbah dari sarana pelayanan Kesehatan tersebut secara spesifik kita kenal dengan limbah medis. Selain limbah medis, sarana pelayanan Kesehatan juga berpotensi menghasilkan lembah bahan Berbahaya dan beracun (B3), sesuai spesifikasi bahan dan jenis pelayanan yang dihasilkan. 

Suatu rumah sakit juga dapat menjadi sumber permasalahan terhadap lingkungan, terutama jika limbah yang dihasilkan sebagai akibat aktifitas pelayanan Kesehatan tidak dikelola dengan baik. Lebih spesifik lagi jika limbah yang dihasilkan tersebut mempunyai beberapa karakteristik dan berpotensi menghasilkan dampak yang digolongkan sebagai limbah yang mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3), yang berbahaya terhadap kehidupan manusia, seperti pembuangan bekas jarum suntik, bekas jarum infus, yang dapat merupakan vektor pembawa bibit penyakit.

Jika mengacu Kepututusan Menteri Negara Lingkungan Hidup  Nomor 58 tahun 1995 tentang baku mutu limbah cair rumah sakit, tercantum kewajiban pengelola dan penanggung jawab sarana pelayanan Kesehatan untuk mengelola dan memantau limbah cair yang dihasilkan, baik pada komponen fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktif, atau parameter yang spesifik lainnya.

Demikian pula limbah dari kegiatan radiologi, kedokteran nuklir, pengobatan cancer dan limbah laboratorium yang sebagian merupakan limbah dengan kandungan B3. Dengan kata lain limbah cair B3 dapat memberikan dampak pada Kesehatan akibat kontak dengan B3 atau terpapar oleh pencemar melalui berbagai cara maka dampak Kesehatan yang timbul bervariasi dari ringan, sedang sampai berat bahkan sampai menimbulkan kematian, tergantung dari dosis dan waktu perjalanan. Jenis penyakit yang ditimbulkan, pada umumnya merupakan penyakit non infeksi antara lain : keracunan, kerusakan organ, kanker, hypertensi, asma brochioli, pengaruh pada janin yang dapat mengakibatkan lahir cacat (cacat bawaan), kemunduran mental, gangguan pertumbuhan baik fisik maupun psikis, gangguan kecerdasan dan lain-lain.

Prinsip Pengelolaan Limbah cair Rumah Sakit
B3 MedisRumah Sakit dalam menjalankan fungsi operasionalnya menghasilkan limbah, baik itu limbah domestik, limbah padat, limbah cair dan limbah gas serta limbah radioaktif. Secara prinsip manajemen pengelolaan limbah medis rumah sakit dimulai dengan suatu perencanaan (Planning), pelaksanaan (Implementing), pengawasan (Controling) dan evaluasi (Evaluation). Pengelolaan limbah yang sesuai standar baku mutu lingkungan perlu di informasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif yang pada akhirnya akan merugikan rumah sakit itu sendiri.

Tindakan pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan pengelolaan limbah cair adalah tindakan pencegahan. Tindakan tersebut dilakukan dalam bentuk pengurangan volume atau bahaya dari limbah yang dikeluarkan ke lingkungan. Tindakan itu dikenal dengan istilah minimasi limbah yang meliputi beberapa tindakan dengan urutan prioritas sebagai berikut : Reduksi pada sumbernya (reduce), pemanfaatan limbah yang terdiri dari kegiatan penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycling) dan pemulihan kembali (recovery) Keuntungan yang diperoleh dari upaya minimisasi limbah adalah sebagai berikut: penggunaan sumberdaya alam lebih efisien, efisiensi produksi meningkat, mencegah atau mengurangi terbentuknya limbah dan bahan pencemar pada umumnya, mencegah pindahnya pencemar antar media, mengurangi terjadinya resiko Kesehatan manusia dan lingkungan, mendorong dikembangkan dan dilaksanakannya teknologi bersih dan produk akrab lingkungan. Mengurangi biaya pentaatan hukum, terhindar dari biaya pembersihan lingkungan, meningkatakan daya saing di pasar internasional, pendekatan pengaturan bersifat fleksibel dan sukarela.

Tujuan utama dari pengelolaan limbah cair rumah sakit untuk mendegadrasikan pencemarannya, sehingga kualitas efluen yang dihasilkan memenuhi syarat-syarat tertentu. Pengelolaan limbah cair merupakan upaya untuk mengurangi volume, konsentrasi atau bahaya limbah, setelah keluar dari proses produksi (end of pipe) melalui proses fisik, kimia dan biologi.

Jumat, 31 Agustus 2012

Cacingan Bisa Turunkan Kecerdasan Anak SD


Cacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini juga paling rentan dialami anak usia Sekolah Dasar (SD). Karenanya, yuk waspadai penyakit yang satu ini!

Adapun cacingan terdiri dari beragam jenis cacing, di antaranya cacing usus yang banyak ditemukan adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Necator Americanus dan Ancylostoma duodenale).

Karena anak-anak SD sering bermain di tanah, maka cacingan banyak terdapat pada murid SD. Hasil survei pada 2003 terhadap 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevelensi cacingan berkisar antara 2,2 persen-96,3 persen. Artinya, masih ada area yang memiliki prevelansi cacingan cukup tinggi dan ini merupakan masalah yang serius.

Cacingan menyebabkan anak kurang gizi, anemia, dan mampu menurunkan kecerdasan. Karena cacing menimbulkan diare, menyerap zat gizi, vitamin dan darah, serta menimbulkan pendarahan di usus. Akibatnya anak mengalami hambatan perkembangan fisik, kecerdasan, serta menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyait lainnya yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup.

"Menyadari hal ini, Combantrin kembali akan melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi pentingnya melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus pengobatan jika dibutuhkan, agar generasi muda bangsa Indonesia tidak menurun kualitasnya karena terganggu proses pertumbuhan dan proses belajarnya," kata Rully Prasetyanto, Brand Manager Combantrin, PT Johnson & Johnson Indonesia yang ditemui okezone di acara "Generasi Sehat Indonesia Karena Waspada Cacing Setiap Saat" di SD Al-Ikhlas, Cipete, Senin (31/1/2011).

"Target kami di tahun ini menemui 20.000 anak didik Sekolah Dasar kelas 4, 5, dan 6 di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar dengan materi pembelajaran cara pencegahan terkena infeksi cacingan dalam bentuk yang lebih menarik bagi anak-anak," sambungnya.

Dalam roadshow ke 5 kota tersebut, Combantrin akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di masing-masing kota, serta bersama Indonesia Sehat, organisasi sosial berorientasi edukasi dan penyuluhan kesehatan, dan merupakan bagian dari organisasi Indonesia Sejahtera di bawah SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Membangun).

Menyambut Hari Waspada Cacing pada Juli mendatang, di Kota Medan dan Makassar, Combantrin pun akan menggelar aksi edukasi sehat dengan mengundang 1.000 murid SD. Dan sebagai acara puncak, dalam rangka Hari Anak Indonesia dan Hari Waspada Cacing, bersama Indonesia Sehat akan melaksanakan kegiatan yang bertujuan menggugah masyarakat Indonesia, khususnya keluarga dan para pendidik untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan infeksi cacingan secara serius dan menyeluruh.

"Oleh karena itu, kami yakin dan sangat antusias untuk melanjutkan berbagai program positif ini. Kami ingin senantiasa berpartisipasi untuk menjaga dan memperbaiki kualitas hidup generasi penerus bangsa kita," tutup Rully.


Sumber: okezone.com

Penyakit Cacingan Masih Ancam Kesehatan Anak Indonesia


Infeksi cacing atau penyakit cacingan selalu menjadi penyakit yang mengancam kesehatan anak. Namun, bukan berarti penyakit ini terbebas dari para orangtua.

Perlu diketahui, penyakit cacingan sangat berpengaruh pada kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktifitas penderitanya. Secara ekonomi juga menyebabkan kerugian, karena cacing menghisap makanan ke dalam tubuh manusia, baik berupa karbohidrat dan protein, yang menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia.

Mengacu pada beberapa data yang cukup mengkhawatirkan menyebutkan, sekira 60-90 persen penduduk Indonesia masih menderita cacingan. Menurut data dari survei yang pernah dilakukan di Jakarta, terutama pada Sekolah Dasar menyebutkan, sekira 80 persen siswa SD di Jakarta Utara, 74,70 persen siswa di SD Jakarta Barat, dan 68,42 siswa SD di Jakarta Selatan menderita penyakit cacingan.

DIRJEN P2PL Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) mengungkapkan, selama ini ada tiga cacing yang selalu mengancam kesehatan anak, yakni cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk.

Tiga jenis cacing seperti cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Cacing tambang ini yang paling bahaya. Bahkan, ketiga cacing ini yang ditulis oleh WHO untuk ditanggulangi permasalahannya. Prevalensinya sekira 20-30 persen anak Indonesia menderita cacingan, paparnya dalam acara Program Edukasi Bahaya Cacingan di Sekolah & Hari Waspada Cacing Nasional, di fX Lifestyle Xnter, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2010).

Menjelaskan lebih lanjut mengenai perkembangbiakan ketiga cacing ini, Yoga memaparkan ketiganya berkembang di area yang berbeda.

Cacing gelang hidup di dalam usus halus dan masuk ke tubuh melalui makanan. Cacing cambuk berkembang di colon ascendens, masuk juga melalui makanan. Sedangkan cacing tambang berkembang di usus halus dan masuk melalui makanan dan kulit, lanjutnya.

Kehidupan satu ekor cacing di dalam tubuh manusia tentu saja sangat mengancam kesehatan anak. Tahukah Anda, cacing yang ada di dalam tubuh juga menghisap darah manusia, hal ini paling sering dilakukan oleh cacing tambang.

Satu ekor cacing gelang dapat menghisap 0,14 gram karbohidrat, 0,035 gram protein, sedangkan cacing cambuk 0,005 ml darah, dan cacing tambang 0,2 ml darah, ucapnya.

Sayangnya, penyakit yang satu ini terkadang tak memberikan tanda-tanda yang jelas. Hal ini disampaikan Dr Dani Hendarman Supandji selaku dokter anak sekaligus Koordinator Indonesia Sehat-SIKIB.

Penyakit cacingan bisa tidak disertai dengan gejala, kalau cacingnya tidak banyak. Jika pada satu penderita jika terdapat 5-6 cacing di dalam perut, ini juga bisa tidak disertai dengan gejala yang jelas dan tentu saja ini mengurangi gizi dari orang tersebut. Sementara gejala lainnya dapat dilihat dengan perut buncit. Cacing tambang termasuk dalam kategori cacing paling berbahaya, karena bisa menghisap darah dan menyebabkan anemia, selain itu bisa membuat buang airnya berdarah, terangnya. 

Berbicara mengenai pencegahan, Dr Dani menyarankan akan lebih baik anak-anak mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali.

Untuk pencegahan, akan lebih baik jika anak-anak di atas dua tahun setiap enam bulan sekali minum obat cacing. Karena usia dua tahun biasanya anak-anak sudah mulai main keluar, main tanah, mengenai dosis tergantung berat badan. Namun, dosis yang dianjurkan 10 miligram per berat badan. Kalau orangtua mau minum juga tidak apa-apa, itu juga kalau program bersih dan sehatnya tidak mereka laksanakan, tutupnya.

Membebaskan anak-anak dari bahaya penyakit cacingan yang mengancam, Anda dapat melakukan tiga langkah pencegahan cacingan dengan "Gerakan 3J", seperti:
a)      Jaga kebersihan diri
b)      Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih yang mengalir sebelum dan setelah makan.
c)       Jaga kebersihan makanan
d)      Cuci dengan air bersih yang mengalir semua bahan makanan dan masak dengan matang.
e)      Jaga kebersihan lingkungan
f)       Jaga kebersihan rumah dan lingkungan.



Sumber: okezone.com

Cacingan Bisa Turunkan Kecerdasan Anak SD


Cacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini juga paling rentan dialami anak usia Sekolah Dasar (SD). Karenanya, yuk waspadai penyakit yang satu ini!

Adapun cacingan terdiri dari beragam jenis cacing, di antaranya cacing usus yang banyak ditemukan adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Necator Americanus dan Ancylostoma duodenale).

Karena anak-anak SD sering bermain di tanah, maka cacingan banyak terdapat pada murid SD. Hasil survei pada 2003 terhadap 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevelensi cacingan berkisar antara 2,2 persen-96,3 persen. Artinya, masih ada area yang memiliki prevelansi cacingan cukup tinggi dan ini merupakan masalah yang serius.

Cacingan menyebabkan anak kurang gizi, anemia, dan mampu menurunkan kecerdasan. Karena cacing menimbulkan diare, menyerap zat gizi, vitamin dan darah, serta menimbulkan pendarahan di usus. Akibatnya anak mengalami hambatan perkembangan fisik, kecerdasan, serta menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyait lainnya yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup.

"Menyadari hal ini, Combantrin kembali akan melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi pentingnya melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus pengobatan jika dibutuhkan, agar generasi muda bangsa Indonesia tidak menurun kualitasnya karena terganggu proses pertumbuhan dan proses belajarnya," kata Rully Prasetyanto, Brand Manager Combantrin, PT Johnson & Johnson Indonesia yang ditemui okezone di acara "Generasi Sehat Indonesia Karena Waspada Cacing Setiap Saat" di SD Al-Ikhlas, Cipete, Senin (31/1/2011).

"Target kami di tahun ini menemui 20.000 anak didik Sekolah Dasar kelas 4, 5, dan 6 di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar dengan materi pembelajaran cara pencegahan terkena infeksi cacingan dalam bentuk yang lebih menarik bagi anak-anak," sambungnya.

Dalam roadshow ke 5 kota tersebut, Combantrin akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan di masing-masing kota, serta bersama Indonesia Sehat, organisasi sosial berorientasi edukasi dan penyuluhan kesehatan, dan merupakan bagian dari organisasi Indonesia Sejahtera di bawah SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Membangun).

Menyambut Hari Waspada Cacing pada Juli mendatang, di Kota Medan dan Makassar, Combantrin pun akan menggelar aksi edukasi sehat dengan mengundang 1.000 murid SD. Dan sebagai acara puncak, dalam rangka Hari Anak Indonesia dan Hari Waspada Cacing, bersama Indonesia Sehat akan melaksanakan kegiatan yang bertujuan menggugah masyarakat Indonesia, khususnya keluarga dan para pendidik untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan infeksi cacingan secara serius dan menyeluruh.

"Oleh karena itu, kami yakin dan sangat antusias untuk melanjutkan berbagai program positif ini. Kami ingin senantiasa berpartisipasi untuk menjaga dan memperbaiki kualitas hidup generasi penerus bangsa kita," tutup Rully.


Sumber: okezone.com

Penyakit Cacingan Masih Ancam Kesehatan Anak Indonesia


Infeksi cacing atau penyakit cacingan selalu menjadi penyakit yang mengancam kesehatan anak. Namun, bukan berarti penyakit ini terbebas dari para orangtua.

Perlu diketahui, penyakit cacingan sangat berpengaruh pada kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktifitas penderitanya. Secara ekonomi juga menyebabkan kerugian, karena cacing menghisap makanan ke dalam tubuh manusia, baik berupa karbohidrat dan protein, yang menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia.

Mengacu pada beberapa data yang cukup mengkhawatirkan menyebutkan, sekira 60-90 persen penduduk Indonesia masih menderita cacingan. Menurut data dari survei yang pernah dilakukan di Jakarta, terutama pada Sekolah Dasar menyebutkan, sekira 80 persen siswa SD di Jakarta Utara, 74,70 persen siswa di SD Jakarta Barat, dan 68,42 siswa SD di Jakarta Selatan menderita penyakit cacingan.

DIRJEN P2PL Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) mengungkapkan, selama ini ada tiga cacing yang selalu mengancam kesehatan anak, yakni cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk.

Tiga jenis cacing seperti cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Cacing tambang ini yang paling bahaya. Bahkan, ketiga cacing ini yang ditulis oleh WHO untuk ditanggulangi permasalahannya. Prevalensinya sekira 20-30 persen anak Indonesia menderita cacingan, paparnya dalam acara Program Edukasi Bahaya Cacingan di Sekolah & Hari Waspada Cacing Nasional, di fX Lifestyle Xnter, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2010).

Menjelaskan lebih lanjut mengenai perkembangbiakan ketiga cacing ini, Yoga memaparkan ketiganya berkembang di area yang berbeda.

Cacing gelang hidup di dalam usus halus dan masuk ke tubuh melalui makanan. Cacing cambuk berkembang di colon ascendens, masuk juga melalui makanan. Sedangkan cacing tambang berkembang di usus halus dan masuk melalui makanan dan kulit, lanjutnya.

Kehidupan satu ekor cacing di dalam tubuh manusia tentu saja sangat mengancam kesehatan anak. Tahukah Anda, cacing yang ada di dalam tubuh juga menghisap darah manusia, hal ini paling sering dilakukan oleh cacing tambang.

Satu ekor cacing gelang dapat menghisap 0,14 gram karbohidrat, 0,035 gram protein, sedangkan cacing cambuk 0,005 ml darah, dan cacing tambang 0,2 ml darah, ucapnya.

Sayangnya, penyakit yang satu ini terkadang tak memberikan tanda-tanda yang jelas. Hal ini disampaikan Dr Dani Hendarman Supandji selaku dokter anak sekaligus Koordinator Indonesia Sehat-SIKIB.

Penyakit cacingan bisa tidak disertai dengan gejala, kalau cacingnya tidak banyak. Jika pada satu penderita jika terdapat 5-6 cacing di dalam perut, ini juga bisa tidak disertai dengan gejala yang jelas dan tentu saja ini mengurangi gizi dari orang tersebut. Sementara gejala lainnya dapat dilihat dengan perut buncit. Cacing tambang termasuk dalam kategori cacing paling berbahaya, karena bisa menghisap darah dan menyebabkan anemia, selain itu bisa membuat buang airnya berdarah, terangnya. 

Berbicara mengenai pencegahan, Dr Dani menyarankan akan lebih baik anak-anak mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali.

Untuk pencegahan, akan lebih baik jika anak-anak di atas dua tahun setiap enam bulan sekali minum obat cacing. Karena usia dua tahun biasanya anak-anak sudah mulai main keluar, main tanah, mengenai dosis tergantung berat badan. Namun, dosis yang dianjurkan 10 miligram per berat badan. Kalau orangtua mau minum juga tidak apa-apa, itu juga kalau program bersih dan sehatnya tidak mereka laksanakan, tutupnya.

Membebaskan anak-anak dari bahaya penyakit cacingan yang mengancam, Anda dapat melakukan tiga langkah pencegahan cacingan dengan "Gerakan 3J", seperti:
a)      Jaga kebersihan diri
b)      Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih yang mengalir sebelum dan setelah makan.
c)       Jaga kebersihan makanan
d)      Cuci dengan air bersih yang mengalir semua bahan makanan dan masak dengan matang.
e)      Jaga kebersihan lingkungan
f)       Jaga kebersihan rumah dan lingkungan.



Sumber: okezone.com

Kamis, 30 Agustus 2012

Menghilangkan Jerawat dengan Blue Light Therapy

Menghilangkan Jerawat dengan Blue Light Therapy
Menghilangkan jerawat dengan Blue Light Therapy – Jerawat selalu membuat Anda menjadi kurang percaya diri.Jerawat atau Acne itu biasanya timbul di wajah Anda dan membuat rasa tidak nyaman pada bagian wajah.sebenernya jerawat (Acne)  tidak berbahaya, tetapi merepotkan jika menyerang wajah. Acne adalah inflamasi (peradangan)pilosebaceous unit (PU) di kulit. PU terdiri dari folikel (akar) rambut dan beberapa sebaceous glands(kelenjar sebaceous) di bawahnya. Sebaceous glands memproduksi minyak sebum yang melembabkan dan melindungi kulit dan rambut. Sebum tidak langsung mengalir ke permukaan kulit namun dilepaskan dari kelenjar sebaceous ke folikel rambut dahulu.

Masalah jerawat selalu ada pada kawula muda baik cewek maupun cowok. Tetapi jangan takut lagi dengan masalah jerawat lagi karena teknologi semakin maju dan canggih. Ada Salah satu cara ampuh menangani jerawat yang praktis dan efektif yakni melalui light theraphy (terapi cahaya) yang memanfaatkan gelombang cahaya tertentu untuk mengatasi jerawat tanpa harus mengkonsumsi obat.

Apa sich Blue Light Therapy? adalah tindakan untuk mengatasi jerawat aktif dengan menggunakan kombinasi blue light dan radio frequency. Apa ya manfaatnya? Meredakan peradangan pada jerawat dengan cepat, mengurangi produksi minyak, dan menekan pertumbuhan populasi bakteri P.acnes. Bagaimana sistem kerjaannya atau prossesnya? Kombinasi blue light dan gelombang radio frequency dipaparkan pada area kulit yang berjerawat selama kurang lebih 20-30 menit. Segera setelah perawatan kulit akan tampak sedikit kemerahan yang akan hilang beberapa saat kemudian.

Sebenarnya terapi ini juga ada syaratnya,dan sebaiknya jangan dilakukan seandainya Anda sedang ?
1.Sedang Hamil
2.Sedang menderita infeksi virus dan jamur
3.sesaat setelah berjemur sinar matahari
4.Bagi Anda yang sensitif terhadap sinar
5.Bagi Anda yang mengonsumsi obat pemeka sinar

Selasa, 28 Agustus 2012

<a href="http://toko-alkes.com">cara</a> Cepat Lupakan Sang Mantan


cara+Cepat+Lupakan+Sang+Mantan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><a href=cara Cepat Lupakan Sang Mantan" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicL_EtMkd7n66zn9EOcOcDbcvpp-83WHWqZEWLXRK4flxPI_LFg5o0RpgM1v2j5mGrEeX6oqVr5bqm2MsrvLp_Hm9CnQYODgVoa2J6k1ED12tVoeBhx8uC5LjPkZeiyEGgmXai5dUGhIkY/s200/cara+Cepat+Lupakan+Sang+Mantan.jpg" title="cara Cepat Lupakan Sang Mantan" width="200" />
cara cepat lupakan sang mantan – Pacaran mungkin sangat indah dilalui mulai dari PDKT, jadian dan menjalin hubungan (Pacaran). Menurut kesehatanku pacaran yang sangat indah itu ketika PDKT, mengapa saat PDKT itu sangat indah karena proses untuk mendapatkan seorang pacar itu rasanya sangat bikin hari-hari Anda menjadi warna. Mulai ngajak ngedate, proses penembakan dan menunggu jawaban diterima atau tidak.(bikin senam jantung)

Saat pacaran terasa dunia milik berdua dan yang lain ngekost. Mungkin pepatah itu bener, saat pacaran adanya yang indah-indah saja, lupa sama segalanya dan yang paling berbahaya itu apa-apapun dilakukan demi sang pacar menjadi senang.

Malapetaka akan terjadi ketika Anda mulai bosan,tidak cocok dan mulai ingin berpisah dengan sang pacar.” Sang pacaran berubah menjadi Sang Mantan” kata-kata ini sangat menyakitkan dan menyedihkan ketika Anda sedang mengalami. Memutus hubungan itu sama saja seperti memutus jembatan yang menghubungkan satu pulau kepulau lainnya dan menjadi penghambat jalan Anda (jalan kehidupan).

Rasa yang mungkin Anda rasakan ketika diputus sang pacaran “ sedih,marah,emosi,benci,dendam dan galau” mungkin yang sekarang lagi trend adalah rasa galau yang menghingapi para remaja jaman sekarang. Tenang saja disini kesehatku akan memberi cara cepat lupakan sang mantan. Jangan sedih atau galau lagi mari kita mulai dari Tips ampuh ini:

1.Hindari Sang Mantan.
Hindari sang mantan itu mungkin cara yang efektif untuk melupakan dia. Karena jika Anda sering ketika bisa membuat rasa itu tumbuh maupun rasa benci timbul( seandainya sang mantap mengandeng pacar baru)
2.Blokir Jejaring Sosialnya.
Mungkin cara yang kedua ini sangat sadis,tetapi dengan cara ini Anda akan terhindari lagi dengan sang mantan dan tidak tahu lagi dengan dia sekarang. Seandainya Anda tidak blokir jejaring sosialnya Anda akan selalu galau ketika menlihat statusnya ,foto,dan yang bikin sakit ketika dia majang foto dengan pasangan lain.
3.Hindari Smsan dengan Sang Mantan.
Menjalin hubungan lagi dengan smsan dengan sang mantan membuat anda tidak akan beranjak dari rasa galau dan semakin memperparah Anda untuk Move On
4.Perbanyak Teman.
Mungkin cara ini sedikit menghibur karena kalau ada teman Anda akan lupa dengan sang mantan.mungkin dengan curhat-curhat dengan teman beban Anda akan terkurangi karena akan banyak masukan atau saran-saran dari teman Anda. Mungkin juga Anda akan menemukan pacar baru dengan teman Anda.
5. Cari Pacar Lagi.
cara ini seperti ampuh sekali untuk melupakan sang mantan. Mirip lagunya ST12 cari pacar lagi. Dengan menjalani hubungan baru Anda akan lupa dengan sang mantan. Saran aja seandainya cari pacar lagi itu harus yang lebih bagus jangan yang lebih buruk dari sang mantan Anda.

Dengan tips diatas semoga Anda yang merasa galau  cari cara untuk melupakan sang mantan Anda akan lebih senang dan bahagia. Pacaran itu indah ketika dijalani tetapi ingat sangat perih ketika putus, untuk menghindari putus maka Anda coba caran-jarak-jauh-biar.html" target="_blank">Tips Pacaran Jarak Jauh.

 

Sample text

Sample Text

Sample Text