Social Icons

Pages

Rabu, 10 Juli 2013

Rutin Minum Air Putih, Cara Diet Paling Murah

Shutterstock
Ilustrasi minum air

TOKOAlkes.comMinum air secara rutin mungkin dapat menjadi pilihan paling mudah dan murah untuk menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menyatakan, minum air putih sebelum makan dapat membantu keberhasilan program penurunan berat badan.

Seperti dilansir Dailymail, orang dewasa yang minum dua gelas sebelum makan kehilangan berat badan sekitar 4 lb atau setara 1,814 kilogram lebih banyak, dibanding mereka yang tidak minum air.

Penelitian itu merupaka salah satu dari 11 studi tentang efek minum air pada pola makan yang di-review oleh para ahli dan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutritrion. Tiga peneltian lainnya yang di-review juga menyatakan bukti yang jelas bahwa konsumsi air dapat membantu meningkatkan kesuksesan penurunan berat badan.

Menurut  salah satu peneliti yang melakukan review, Brenda Davy dari Virginia Tech, konsumsi air dapat membantu meredam rasa lapar dan menolong para pelaku diet mengurangi asupan kalori.

Hal ini didukung studi lain yang menemukan, wanita yang meningkatkan konsumsi air saat program diet kehilangan berat badan lebih banyak dibanding yang minum air kurang dari 1 liter per hari.

Rebecca Muckelbauer, peneliti dari Berlin School of Public Health, Charité University Medical Center Berlin, Jerman yang memipin review riset tentang air menyatakan, rasa kenyang adalah alasan utama seseorang kehilangan berat badan.

Tetapi ia juga menduga ada alasan lain dibalik fenomena ini yaitu efek thermogenesis yang dipicu oleh air. Ia bilang, minum air juga dapat meningkatkan pengeluaran energi dari dalam tubuh. Dengan kata lain, ada energi yang dikeluarkan tubuh akibat efek minum air.  Diakui Muckelbauer, dugaan ini belum diteliti lebih jauh.

Dari beberapa riset yang ditinjau oleh Muckelbauer dan timnya, tidak semua penelitian membuktikan bahwa mereka yang minum banyak air bisa lebih langsing. Faktanya, orang yang mengalami obesitas minum air lebih banyak dibanding yang tidak kelebihan berat badan.

Ia juga mengatakan, warga Amerika bisa mengasup 400-500 kalori setiap hari dari minuman manis. Menurut Muckelbauer asupan itu akan memberi hasil lebih baik, bila diganti air biasa.

Manfaat konsumsi banyak air juga diakui penelitian lain. Satu studi menemukan wanita yang minum air biasa, bukan minuman manis, menurunkan risiko terkena diabetes. Wanita yang minum banyak air juga berisiko kecil terkena batu ginjal.

Tetap Bugar Saat Puasa Jangan Sepelekan Jika Merasa Lemas Berlebihan Saat Puasa


ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Saat berpuasa, tubuh secara umum memang akan terasa lemas karena kurang tidur dan perubahan pola makan. Namun jika Anda juga menjadi cepat lelah, muncul keringat dingin, mata berkunang-kunang, dan terasa seperti akan pingsan, waspadai hipoglikemia.

"Hipoglikemia merupakan kondisi di mana kadar gula darah seseorang sangat rendah, yaitu berada di bawah 70 mg/dL. Namun jika pada dasarnya orang tersebut tidak memiliki riwayat diabetes, biasanya tubuh masih memiliki daya kompensasi, sehingga kadar gula darahnya bisa bertahan di angka 80-90 mg/dL," tutur dr Em Yunir, SpPD, KEMD, spesialis penyakit dalam, saat dihubungi oleh TOKOAlkes dan ditulis pada Kamis (11/7/2013).

Kondisi gula darah rendah ini muncul terutama saat bulan puasa karena adanya pengurangan asupan makanan selama seharian. Saat berpuasa, asupan makanan yang biasanya selalu ada setiap waktu kini menjadi terbatas, sehingga kadar gula darah pun akan menurun.

Seseorang dengan hipoglikemia biasanya muncul gejala awal lemas. Namun lemas ini akan berlanjut hinga kemudian muncul keringat dingin, pandangan mata berkunang-kunang, dan sulit untuk beraktivitas. Jika sudah benar-benar rendah, seperti di bawah 60 mg/dL, gejala yang muncul adalah terasa seperti mau pingsan.

"Namun demikian, belum tentu setiap lemas saat puasa pasti hipoglikemia. Untuk memastikan apakah benar hipoglikemia atau bukan, maka dia harus segera melakukan cek gula darah. Kalau hasilnya sudah di bawah 70 mg/dl, apalagi sampai di bawah 60 mg/dL, maka saya anjurkan untuk segera berbuka," terang dr Yunir, yang kini juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Hipoglikemia umumnya muncul di sore hari menjelang buka puasa. Mengapa demikian? Sebab, pada waktu tersebut gula darah berada dalam fase terendah. Menurut dr Yunir, sebaiknya jika sudah cek dan jika diketahui kadar gula darah mengalami penurunan, hindari banyak melakukan aktivitas dan olahraga berat di sore hari.

"Memaksakan melakukan aktivitas berat atau olahraga di sore hari justru akan memperburuk kondisi orang tersebut," ujar dr Yunir.

Sabtu, 06 Juli 2013

Penyakit Diabetes Mellitus (DM)


 Penyakit Diabetes Mellitus (DM)


Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

    Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus


Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 – 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.

Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
apabila anda mengalami kejadian di atas kami anjurkan untuk melakukan test kadar gula darah.
http://www.toko-alkes.com/http://www.toko-alkes.com/


Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.

Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

    Tipe Penyakit Diabetes Mellitus

1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

2. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.

    Kadar Gula Dalam Darah

Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70 – 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 – 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

Namun demikian, kadar gula tentu saja terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan diwaktu pagi hari bangun tidur. Seseorang dikatakan mengalami hyperglycemia apabila kadar gula dalam darah jauh diatas nilai normal, sedangkan hypoglycemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami penurunan nilai gula dalam darah dibawah normal.

Diagnosa Diabetes dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan gula darah puasa mencapai level 126 mg/dl atau bahkan lebih, dan pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa (minimal 8 jam) mencapai level 180 mg/dl. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang dilakukan secara random (sewaktu) dapat membantu diagnosa diabetes jika nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dL dan 200 mg/dL, terlebih lagi bila dia atas 200 mg/dl.

Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.

    Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes

Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.

Kamis, 04 Juli 2013

Manfaat Bercinta Pagi-pagi

shutterstock
Sentuh si dia di bagian-bagian ini agar makin bergairah.
Jakarta — Alarm pagi sering kali menjengkelkan bagi semua orang, tetapi mungkin tidak lagi setelah menganggapnya sebagai "panggilan cinta".

Dibandingkan malam hari, memang hanya sedikit orang yang menyukai hubungan seks pada pagi hari. Waktu yang sempit, harus menyiapkan diri untuk bekerja, sampai kurang pede karena belum mandi menjadi alasan mengapa seks pada pagi hari kurang diminati.

Menurut Kinsey Institute for Research in Sex, Gender, and Reproduction, orang berusia 18 hingga 29 tahun rata-rata melakukan hubungan seks sebanyak 112 kali per tahun, sedangkan mereka yang berusia 30-39 tahun rata-rata 86 kali per tahun, dan usia 40-49 tahun sekitar 69 kali per tahun.

Sementara itu, menurut studi dalam Journals of Circadian Rhythms, 58 persen pasangan bercinta mulai dari pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari di akhir pekan, dan hanya sedikit yang melakukannya pada pukul 06.00 pagi di hari Senin.

Padahal Glen Rowan, seksolog dari Sowetan di Afrika Selatan, mengatakan, pagi hari merupakan waktu terbaik untuk berhubungan seks. Pasalnya, ereksi umumnya lebih mudah dilakukan pada pagi hari sehingga rangsangan kecil saja sudah mampu membuat ereksi.

Selain itu, ada sejumlah manfaat lain yang dapat dipetik dari bercinta pada pagi hari. Berikut ini 5 di antaranya:

1. Meningkatkan imunitas
Produksi antibodi yang melindungi dari infeksi (imunoglobulin A/IgA) meningkat selama bercinta pada pagi hari. Saat beraktivitas seksual, antibodi IgA ditemukan di kelenjar mukosa kelamin wanita yang membuat batasan untuk mencegah transmisi infeksi penyakit.

2. Memperbaiki mood
Bercinta pada pagi hari dapat memperbaiki mood karena kadar serotonin yang disekresi selama aktivitas seksual. Seks merupakan cara alami untuk memperbaiki mood karena saat orgasme, produksi serotonin meningkat di otak.

3. Memperbaiki kualitas sperma pria dan fertilitas wanita
Rutin bercinta pada pagi hari dapat memperbaiki kualitas sperma pria dan fertilitas wanita. Studi yang dilakukan di Sydney IVF Clinic di Wollongong, Australia, menemukan, pria yang lebih sering melakukan ejakulasi memiliki lebih sedikit DNA sperma yang rusak. Semakin sedikit DNA sperma yang rusak, maka semakin besar kemungkinan fertilitas wanita meningkat.

4. Memperbaiki warna dan tekstur kulit dan rambut
Orgasme yang dicapai saat seks pada pagi hari memicu sekresi senyawa kimia yang dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh sehingga memperbaiki warna dan tekstur kulit, bahkan rambut. Sirkulasi darah yang meningkat selama bercinta juga membantu memperbanyak asupan oksigen dalam tubuh sehingga memperbaiki kilau wajah.

5. Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
Sebuah studi menemukan, orang yang melakukan hubungan seks pada pagi hari selama beberapa kali dalam seminggu memiliki risiko serangan jantung yang berkurang hingga separuhnya.

Setelah Usia 35 Tahun Wanita Sulit Hamil?

shutterstock
Jakarta - Kesuburan seorang wanita dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah usia. Di atas usia 35 tahun kesuburan wanita akan menurun.

Meski Anda masih merasa muda di usia yang matang ini, tetapi sebenarnya sel telur menjadi lebih rapuh dan tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya.

"Wanita yang berusia pertengahan tiga puluhan untuk hamil dengan sehat memang bisa. Namun tidak bisa dipungkiri ada juga yang gagal hamil," kata Alyssa Dweck, dokter kebidanan dan kandungan dari New York.

Hal ini diperkuat penelitian yang dilakukan American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG). Riset dilakukan pada wanita yang melakukan transfer embrio pada 2006.

Hasil studi menunjukkan, 44,9 persen kelahiran terjadi pada wanita yang berusia lebih muda dari 35 tahun. Sedangkan wanita di usia 35-37 mendapat porsi 37,3 persen. Persentase lebih kecil diperoleh wanita berusia 38-40 tahun sebesar 26,6 persen.

Urutan selanjutnya ditempati wanita usia 41-42 tahun dengan 15,2 persen. Porsi paling kecil ditempati wanita usia 43-44 dengan 6,7 persen.

Ketika sel telur didapatkan dari donor wanita muda, sekitar 54 persen transfer menghasilkan kelahiran secara sehat, tak peduli berapa usia penerima. Dengan kata lain, sebenarnya sel telur menjadi lebih gampang rusak seiring dengan peningkatkan usia.  

Gagalnya kehamilan pada wanita yang lebih tua juga diakibatkan oleh gangguan kesehatan yang berpengaruh pada kesuburan. Misalnya saja diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Menurut Dweck, gangguan penyakit itu akan mempengaruhi kemampuan wanita mempertahankan dan membuat lingkungan rahim yang sesuai bagi janin.

Wanita tua yang berhasil hamil juga berisiko melahirkan janin dengan kelainan kromosom, misal Down Syndrome. Para ibu juga menghadapi risiko tinggi adanya komplikasi selama di ruang bersalin. Kesulitan untuk hamil juga disebabkan oleh berkurangnya frekuensi bercinta wanita berusia matang.

Bila wanita masih ingin hamil walau usia sudah lebih dari 35 tahun, Dweck menyarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan terpercaya.

"Lakukan juga pemeriksaan untuk melihat kondisi tubuh. Sehingga diketahui apakah ibu benar-benar siap hamil dan melahirkan janinnya," katanya.

Tetapi pada akhirnya kehamilan adalah sebuah misteri. Ada wanita berusia 20-an tahun yang tak kunjung hamil, sementara ada wanita berusia 40 tahun yang hamil dengan mudah.

Dengan menjalani hidup sehat, kesempatan hamil saat berusia lebih dari 35 tahun tentu bukan halangan. "Namun karena kita tidak bisa memprediksi masalah, akan lebih baik jika hamil di awal usia 30 tahun,"katanya.

Selasa, 02 Juli 2013

Mengapa Pria yang Ejakulasi Dini Harus Segera ke Dokter? Ini Alasannya


(Foto: Thinkstock)

Jakarta, Ejakulasi dini (ED) terjadi karena pria mengalami ejakulasi lebih awal daripada pasangannya saat berhubungan seksual. Kondisi ini dialami oleh 20-30 persen pria di penjuru dunia. Namun penyebab pasti berikut solusi kondisi ini sendiri masih belum banyak diketahui orang. Hanya saja pakar sepakat agar pria manapun yang mengalami ejakulasi dini harus segera mendiskusikannya dengan dokter. Apa sebabnya?

Ada dua jenis ejakulasi dini: seumur hidup dan sekunder. Ejakulasi dini seumur hidup ditandai dengan ejakulasi yang terjadi satu menit setelah penetrasi ke vagina atau ketidakmampuan seorang pria untuk menunda ejakulasinya. Sedangkan ejakulasi dini sekunder memiliki karakteristik yang sama dengan ejakulasi dini seumur hidup namun terjadi setelah seorang pria berhubungan seksual namun tanpa dibarengi dengan ejakulasi dini.

Kedua jenis ejakulasi dini tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa dikelola maupun tidak. Kondisi biologis, psikologis, gangguan kecemasan, masalah hubungan dan disfungsi ereksi hanyalah salah satu dari sedikit penyebab di balik kondisi ini. Penyebab lainnya bisa jadi berkaitan dengan perubahan hormon, perubahan fungsi urologis serta perubahan fungsi saraf yang menyuplai penis.

Namun yang paling penting, pria tak perlu merasa berkecil hati atau malu untuk berhubungan seksual dengan pasangan jika mengalami kondisi ini karena manfaat bercinta itu sendiri lebih besar daripada efek ejakulasi dini.

Para pria juga tak usah malu atau menutup diri ketika mendiskusikan hal ini dengan dokter mereka. Banyak dokter yang dapat membantu pria penderita ejakulasi dini untuk menentukan solusi terbaik sesuai dengan kasus yang mereka alami.

Seperti dilansir Foxnews, Selasa (2/7/2013), beberapa solusi yang sering digunakan penderita ejakulasi dini diantaranya:


1. Antidepresan
Antidepresan tertentu dapat diresepkan untuk mengobati ejakulasi dini karena efek samping orgasme tertunda mereka. Namun tidak semua antidepresan disetujui untuk menanggulangi ejakulasi dini sehingga Anda perlu membicarakan risiko dan manfaatnya terlebih dulu dengan dokter Anda.

2. Anestesi topikal
Anestesi topikal berbentuk krim yang mengandung lidocaine atau prilocaine telah lama diketahui dapat menurunkan sensasi pada penis dan menunda ejakulasi. Kendati begitu, solusi ini bisa berdampak terhadap sensitivitas alat kelamin wanita dan mengurangi kenikmatan yang dirasakannya saat bercinta.

3. Terapi seksual
Masturbasi dan applied strategic pressure telah lama digunakan dalam terapi seksual untuk mengobati ejakulasi dini. Secara umum, pasangan seringkali dilibatkan dalam terapi seksual dan terdapat sejumlah teknik yang hanya dapat dilakukan oleh pasangan untuk mengobati kondisi tersebut.

4. Pemakaian kondom
Di samping sejumlah manfaat lain yang menyertai penggunaan kondom saat bercinta, hal ini juga terbukti dapat mengurangi rangsangan sekaligus memperpanjang waktu sebelum terjadinya ejakulasi, alias menunda ejakulasi. Tapi ingat, hindari kondom yang 'terlalu tipis' untuk mencegah efek dari rangsangan berlebihan.

5. Memperlambat seks
Memperlambat aktivitas seksual akan mengurangi tekanan untuk melakukan performa seksual terbaik dan menghilangkan kecemasan Anda. Coba juga beberapa posisi seks yang tak membutuhkan banyak tekanan di bagian-bagian penis yang sensitif.

6. Pengelolaan hormon
Segala jenis hormon bertanggung jawab untuk menjaga sistem tubuh Anda bekerja dengan benar sehingga jika terjadi perubahan sedikit saja, hal itu sudah bisa mempengaruhi fungsi seksual Anda. Untuk itu, awasi kadar hormon Anda dan bekerja samalah dengan dokter untuk mencapai dan mempertahankan keseimbangan hormon Anda seiring pertambahan usia.

Selain itu, setiap pria yang mengalami ejakulasi dini perlu tahu bahwa ejakulasi dini bukanlah akhir dari hubungan seksual. Justru kondisi ini tak boleh disepelekan dan harus didiskusikan dengan dokter demi menjaga kesejahteraan mental dan fisik seorang pria.

Janin Sehat Berkat Gizi Berkualitas


pregnant
JAKARTA- Setiap wanita hamil tentu mendambakan kehamilan yang sehat dan kelak melahirkan bayi yang sehat pula. Untuk itu, wanita hamil perlu menjaga kesehatan diri dan janin di sepanjang kehamilannya. Salah satunya dengan memerhatikan kebutuhan gizi. Ya, apapun yang dikonsumsi, akan berpengaruh pada kesehatan wanita hamil itu sendiri dan janinnya.


Oleh karena itu, wanita hamil perlu mengatur pola makan dengan baik. Pilihlah makanan yang sehat dengan variasi bahan makanan yang mengandung keragaman zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Itulah kunci dari menu makanan bergizi seimbang.

Secara umum, ada tiga manfaat utama zat gizi pada kehamilan, yaitu :

1.  Sebagai sumber energi bagi wanita hamil dan janin
2.  Membantu pertumbuhan, perbaikan jaringan dan organ tubuh
3.  Melindungi wanita hamil dari infeksi dan   penyakit, membantu memfungsikan  semua sistem secara memadai termasuk  pada janin.

Bila wanita hamil kekurangan asupan makanan, dikhawatirkan menimbulkan risiko bagi diri dan juga calon bayi kelak. Misalnya, tumbuh kembang janin terganggu atau bayi lahir prematur. Karena itulah, wanita hamil perlu mencukupi kebutuhan gizinya.

Berikut merupakan beberapa zat gizi yang sebaiknya dipenuhi selama masa kehamilan agar janin dapat berkembang baik :

Kalori

Selama kehamilan trimester pertama, asupan kalori perlu ditambah 180 kkal per hari. Lalu, selama trimester kedua dan ketiga kehamilan asupan kalori ditambah 300 kkal. Sekitar 55% kalori berasal dari sumber karbohidrat, 35% dari lemak nabati dan hewani, 10% dari protein dan sisanya dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Protein

Wanita hamil membutuhkan protein sebanyak 60 gram per hari. Sumber protein hewani bisa diperoleh dari daging sapi, unggas, ikan, susu, telur. Protein nabati bisa diperoleh dari tahu, tempe, mentega, kacang-kacangan, dan lainnya. Protein dibutuhkan sebagai sumber kalori, pembentukan sel dan darah, pembangunan sel-sel baru pada janin dan juga untuk pembentukan semua bahan pengatur seperti hormon ibu dan janin.

Lemak

Asam lemak esensial (omega-3 dan omega-6) sangat penting untuk perkembangan otak janin. Makanan yang menjadi sumber omega-3 bisa diperoleh dari sayuran, daging, dan telur. Sedangkan sumber omega-6 dari kacang kedelai, ikan tuna, ikan sarden, mackerel, dan juga salmon.

Vitamin

Berbagai jenis vitamin juga sangat dibutuhkan oleh ibu hamil seperti :

- Vitamin A, berperan untuk pertumbuhan gigi dan tulang, pemeliharan kulit, fungsi mata, rambut, dan juga mencegah kelainan bawaan.

- Vitamin B1. Wanita hamil memerlukan asupan vitamin B1 setidaknya 1,4 mg setiap hari. Vitamin ini penting untuk meningkatkan energi dan juga mengatur sistem saraf.

- Vitamin B2. Minimal 1,4 mg vitamin B2 diperlukan wanita hamil per hari untuk menjaga energi, menjaga kesehatan kulit dan mata. Asupan vitamin B2 bisa didapatkan dari daging, produk olahan susu, telur dan ikan.

- Vitamin B12.  Sangat berperan untuk perkembangan saraf dan fungsi otak janin.

- Vitamin C.  Vitamin ini memudahkan penyerapan zat besi, menjaga kesehatan gigi dan gusi. Vitamin C yang cukup bermanfaat mendapatkan berat ideal saat kelahiran dan menurunkan resiko bayi lahir prematur. Vitamin C banyak terkandung pada buah-buahan dan sayuran segar.

- Vitamin D. Vitamin ini berguna untuk pembentukan tulang karena membantu penyerapan kalsium.

- Vitamin E.  Wanita hamil dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E sebanyak 15 mg setiap hari untuk membantu tubuh membentuk dan menggunakan sel darah merah dan juga otot. Vitamin E banyak terdapat pada gandum, kacang-kacangan, minyak sayur, bayam dan juga sereal.  

Selain itu, wanita hamil juga masih memerlukan kecukupan zat-zat yang lainnya seperti zat besi, kalsium, fosfor, seng, flour, yodium, natrium, dan juga serat untuk mencukupi kebutuhan gizi baik bagi dirinya sendiri maupun untuk janin yang sedang dikandungnya. Misalnya:

Zat Besi

Wanita hamil membutuhkan zat besi 30 mg per hari atau dua kali lipat dari biasanya. Zat besi diperlukan untuk pembentukan darah, mencegah anemia. Suplemen zat besi diperlukan mulai minggu ke-20 kehamilan, terutama bila wanita hamil memperlihatkan tanda-tanda anemia. Zat besi banyak terkandung di daging sapi dan bayam. Zat besi ini bermanfaat menghasilkan cadangan darah.

Asam Folat

Beberapa minggu sebelum hamil dan pada awal kehamilan, embrio/janin memerlukan asam folat. Pada trimester pertama dibutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari. Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sistem syaraf dan sel-sel, mencegah kelainan pada otak dan tulang belakang. Asam folat anyak terdapat pada beras merah, sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kembang kol, dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, wortel, dan tomat.

Kalsium

Wanita hamil membutuhkan kalsium 1000 mg per hari untuk menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf. Asupan kalsium yang cukup dapat mengurangi risiko pre eklamsia, yaitu masalah yang menyebabkan komplikasi serius saat masa kehamilan. Selain itu kalsium juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepadatan tulang serta mencegah osteoporosis.

Wanita hamil membutuhkan minimal 1.500 mg kalsium setiap harinya. Makanan yang kaya akan kalsium seperti tahu, sayuran berdaun hijau dapat menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan kalsium setiap hari. Selain itu baik juga untuk mengonsumsi produk olahan susu dan kacang almond.

Pentingnya Susu

Salah satu asupan yang penting dikonsumsi wanita hamil adalah susu. Susu kaya akan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Susu kaya akan karbohidrat, lemak , protein, kalsium serta vitamin dan mineral yang bermacam-macam. Wanita hamil sebaiknya mengonsumsi sedikitnya dua gelas susu sehari. Kandungan gizi dan manfaat susu, secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu protein, lemak dan vitamin.

Protein susu dapat memberikan asam amino utama untuk membentuk jaringan tubuh dan membangun sel-sel tubuh. Protein juga berfungsi untuk menambah stamina dan meningkatkan imunitas tubuh.

Lemak dalam susu berbentuk cair dan sangat mudah dicerna.

Sedangkan unsur vitamin yang terdapat di dalam susu, diantaranya vitamin A berbentuk cair dan terdapat di dalam lemak. Vitamin A yang lain adalah berperan dalam perawatan kulit dan kesehatan selaput lendir, karena ia adalah benteng pertahanan terhadap serangan virus dan mikroba. Selain vitamin A susu juga mengandung vitamin D yaitu unsur utama yang berperan penting didalam tubuh dan berkerja sama dengan meneral serta kalsium, dalam pembentukan jaringan tulang.

 

Sample text

Sample Text

Sample Text