Social Icons

Pages

Rabu, 13 Juni 2012

Kontaminasi Makanan

Mekanisme Kontaminasi Makanan

Proses terjadinya kontaminasi makanan terutama disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain masih rendahnya pengetahuan dan perilaku penjamah makanan, faktor higiene perorangan penjamah, kebersihan alat makan serta sanitasi lingkungan. Pada umumnya bila terjadi kasus keracunan makanan maka yang dicurigai sebagai penyebab keracunan makanan adalah dari bahan makanan itu sendiri. Keracunan makanan juga dapat disebabkan berbagai faktor seperti terjadinya kontaminasi peralatan makanan, orang, kontaminasi silang, serta karena zat kimia. Sedangkan mekanisme terjadinya kontaminasi makanan dapat dibedakan berdasarkan tiga macam sumber, antara lain:

Kontaminan fisik: Kontaminan fisik dapat berupa benda-benda asing yang terdapat dalam makanan, yang bukan menjadi bagian dari makanan tersebut. Benda ini merupakan kontaminan fisik yang selain menurunkan nilai estetis makanan juga dapat menimbulkan luka serius bila tertelan, seperti kerikil, pecahan logam dan lainnya.

Kontaminasi biologis: Kontaminasi biologis merupakan organisme yang hidup dan menimbulkan kontaminan makanan. Organisme hidup yang sering menjadi kontaminan atau pencemar bervariasi mulai yang berukuran besar seperti serangga, sampai yang amat kecil seperti mikroorganisme. Mikroorganisme adalah bahan pencemar yang harus diwaspadai, karena keberadaannya di dalam makanan sering tidak disadari, sampai menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan, misalnya kerusakan makanan atau keracunan makanan. Jenis mikroorganisme yang sering menyebabkan pencemaran makanan adalah bakteri (Clostridium perfringens, Streptokoki fecal, Salmonella), fungi (Aspergillius, Penicillium, Fusarium), parasit (Entamoeba histolytica, Taenia saginata, Trichinella spiralis, dan virus (virus hepatitis A/HAV).

Kontaminan kimiawi: Kontaminasi kimiawi adalah berbagai macam bahan atau unsur kimia yang menimbulkan pencemaran atau kontaminan pada bahan makanan. Unsur kimia ini dapat berada dalam makanan melalui beberapa cara seperti terlarutnya lapisan alat pengolah karena digunakan untuk mengolah makanan yang dapat melarutkan zat kimia dalam pelapis, logam yang terakumulasi di dalam produk perairan misalnya kerang atau tanaman yang habitat asalnya tercemar, bahan pembersih atau sanitasi kimia pada pengolah makanan yang tidak bersih pembilasannya atau yang secara tidak sengaja mengkontaminasi makanan karena penyimpanan yang berdekatan.


Terkait dengan penyakit dan keracunan ini, peranan makanan sebagai perantara penyebaran penyakit dan keracunan makanan, antara lain makanan dapat berperan sebagai agent (penyebab), vehichel (pembawa) dan sebagai media:

Sebagai Agent : Pada kasus ini dapat kita ambil contoh tumbuhan maupun binatang yang secara alamiah telah mengandung zat beracun. Agen penyakit infeksi banyak berasal dari binatang dan menularkan kepada manusia lewat makanan, tetapi penularannya masih bisa dengan cara yang lain.

Sebagai Vehicle: Makanan sebagai pembawa penyebab penyakit, seperti bahan kimia atau parasit yang ikut termakan bersama makanan dan juga mikroorganisme yang patogen serta bahan radioaktif. Makanan tersebut tercemar oleh zat-zat yang membahayakan kehidupan. Jadi dalam kategori ini makanan tersebut semula tidak mengandung zatzat yang membahayakan tubuh, tetapi karena satu dan lain hal akhirnya mengandung zat yang membahayakan Kesehatan.

Sebagai Media: Kontaminan yang jumlahnya kecil jika dibiarkan berada dalam makanan dengan suhu dan waktu yang cukup, maka akan tumbuh dan berkembang sehingga menjadi banyak dan dapat menyebabkan wabah yang serius. Penjamah makanan yang menderita sakit atau karier menularkan penyakit yang dideritanya melalui saluran pernapasan, sewaktu batuk atau bersin dan melalui saluran pencernaan, biasanya kuman penyakit mencemari makanan karena terjadi kontak atau bersentuhan dengan tangan yang mengandung kuman penyakit.

Sedangkan penularan penyakit melalui makanan (food borne disease) dapat digolongkan menjadi food infection dan food poisoning.

Food Infection: Food infection adalah masuknya mikroorganisme dalam makanan, berkembang biak sangat banyak dan dimakan orang dimana mikroorganisme tersebut menyebabkan sakit. Jenis-jenis mikroorganisme yang paling sering Salmonella, Shigella, E. coli, Vibrio cholerae, Vibrio parahaemolyticus. Bakteri patogen yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan merupakan penyebab penyakit. Bakteri patogen penyebab penyakit, mempunyai masa inkubasi dan gejala tergantung pada patogenitasnya.

Food Poisoning: Food poisoning adalah bahan makanan yang memang mengandung bahan racun alami maupun makanan diberi zat-zat racun yang mempunyai tujuan komersial maupun nilai-nilai ekonomis, dapat juga disebabkan oleh makanan yang sudah tercemar oleh mikroorganime menghasilkan racun contoh bakteri Staphylococcus. Ada beberapa racun yang dihasilkan adalah eksotoksin dan endotoksin. Eksotoksin yaitu toksin yang disintesis di dalam sel mikroba, kemudian dikeluarkan ke substrat di sekelilingnya. Endotoksin yaitu toksin yang disintesis di dalam sel bakteri dan baru bersifat toksik bila sel mengalami lisis. Eksotoksin yang dihasilkan oleh bakteri biasanya bekerja secara spesifik terhadap tenunan-tenunan atau sel-sel tertentu. Misalnya sel-sel saraf, otot, sel-sel pada saluran pencernaan, dan sebagainya. Beberapa eksotoksin yang dihasilkan oleh bakteri seperti racun botolinum yang bersifat neurotoksin (menyerang sel-sel saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan), racun stafilokokus dan racun perfringens yang disebut enterotoksin karena penyerang sel-sel usus dan dapat menyebabkan diare. Endotoksin lebih bersifat tahan terhadap panas dibandingkan dengan eksotoksin.

Refference
  • Sanitasi Makanan dan Minuman pada Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi. Depkes RI: (1988)
  • Purnawijayanti, H.A. (2001) Sanitasi Higiene dan Keselamatan Kerja dalam Pengolahan Makanan. Kanisius: Yogyakarta.

Selasa, 12 Juni 2012

Pencemaran Makanan

Mekanisme Terjadinya Pencemaran Makanan

Makanan sehat yang memenuhi syarat untuk dikonsumsi menjadi tujuan akhir proses pengelolaan makanan. Terkait dengan hal ini, dalam pengelolaan higiene sanitasi makanan penting diperhatikan sgala aspek yang berkaitan, baik orang, tempat, maupun peralatan yang digunakan untuk memasak. Harus dipisahkan antara peralatan yang digunakan mengolah makanan, untuk menyimpan makanan, dan alat yang digunakan untuk penyajian makanan. Kebersihan alat-alat yang digunakan harus terjaga agar tidak terjadi kontaminasi dari alat makan terhadap makanan yang akan disajikan.

Disamping itu, keberadaan bahan material alat makan juga berperan dalam keamanan makanan. Sebagaimana kita ketahui, alat makan yang digunakan dari bahan-bahan logam, plastik, milamin dapat menimbulkan pencemaran terhadap makanan. Kita juga harus perhatikan, bahwa alat makan dapat terkontaminasi oleh bahan-bahan pencemar karena proses pencucian yang tidak baik, perilaku penjamah dalam mengelola kebersihan alat makan, dan kondisi udara di lingkungan penjual makanan yang tidak baik dikarenakan lingkungan tempat penjualan makanan tidak bersih. Makanan mulai dari proses pengolahan sampai siap dihidangkan dapat memungkinkan terjadinya pencemaran oleh mikrobia. Pencemaran mikrobia dalam makanan dapat berasal dari lingkungan, bahan-bahan mentah, air, alat-alat yang digunakan dan manusia yang ada hubungannya dengan proses pembuatan sampai siap disantap.

Salah satu faktor terpenting lain dalam pengolahan makanan yang sehat adalah kebersihan penjamah makanan. Penjamah makanan dalam suatu pengolahan makanan merupakan sumber kontaminasi yang penting, karena kandungan mikroba patogen pada manusia dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan. Sumber potensial ini terdapat selama penjamah makanan menangani makanan. Setiap kali tangan pekerja mengadakan kontak dengan bagian-bagian tubuh yang mengandung stafilokoki, maka tangan tersebut akan terkontaminasi, dan segera akan mengkontaminasi makanan dan alat makan yang tersentuh. Hal ini sangat diperkuat bila higiene perorangan tidak bersih dan tidak berperilaku yang baik dalam mengolah makanan maupun dalam pencucian alat dapat menimbulkan kontaminasi terhadap makanan maupun alat makan. Jadi penjamah makanan harus berbadan sehat, mempunyai perilaku hidup bersih dan sehat.

Terkontaminasinya makanan terutama disebabkan oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan penjamah makanan masih rendah, terutama perilaku sehat, kebersihan badan penjamah makanan, kebersihan alat makan dan sanitasi lingkungan. Peran penjamah makanan, sanitasi makanan dan sanitasi lingkungan sangat penting dalam penyediaan makanan dan minuman yang memenuhi syarat Kesehatan. Makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri dapat menimbulkan infeksi maupun keracunan makanan bila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh (Fardiaz, 1997).

Pengertian kontaminasi makanan merupakan sebuah kondisi terdapatnya bahan atau organisme berbahaya dalam makanan. Sedangkan bahan atau organisme disebut kontaminan. Makanan yang terkontaminasi dapat menimbulkan gejala penyakit baik infeksi maupun keracunan. Proses masuknya kontaminan dalam makanan dapat terjadi melalui dua, yaitu kontaminasi langsung dan tidak langsung atau kontaminasi silang. Kontaminasi langsung adalah kontaminasi yang terjadi pada makanan mentah, karena ketidaktahuan atau kelalaian baik disengaja atau tidak disengaja. Misalnya masuknya potongan rambut dalam makanan. Sedangkan kontaminasi silang merupakan kontaminasi yang terjadi secara tidak langsung akibat ketidaktahuan dalam pengelolaan makanan, seperti makanan mentah bersentuhan dengan makanan masak, pakaian atau peralatan kotor (seperti piring, sendok, mangkok, pisau dan talenan).

Refference
  • Higiene dan Sanitasi Pengolahan Pangan. Direktorat Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2003).
  • Mikrobiologi Pangan. Direktorat Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya. Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2003)
  • Kumpulan Modul Kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman. Ditjen PPM dan PLP Depkes RI. (2006).

Senin, 11 Juni 2012

Makan Salak Sebabkan Konstipasi

Saya sedang hamil 4 bulan. Sejak bulan kedua hingga sekarang, saya senang sekali makan buah salak. Belakangan, saya sulit buang air besar (konstipasi). BAB saya mengeras dan cukup menyita tenaga untuk mengeluarkannya.

Apakah ini bahaya mengingat saya sedang hamil? Apa benar terlalu sering makan buah salak bisa menyebabkan konstispasi?

dr. Ari Waluyo, SpOG dari Rumah Sakit Bersalin Asih mengatakan, berdasarkan kandungannya, salak mengandung zat tanin yang dapat dipakai sebagai obat anti diare, tetapi juga dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi sendiri pada Bumil merupakan hal yang cukup sering terjadi.

Pada kehamilan, konstipasi dapat disebabkan oleh peningkatan hormon, pemberian suplemen zat besi, kurangnya asupan serat dan air, kurangnya aktivitas si Ibu, serta kebiasaan menunda buang air besar.

Bila terjadi konstipasi, hal yang paling mengganggu adalah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh si Ibu.


Jangan Buang Kulit Arinya


Buah salak sendiri efeknya tidak selalu sama bagi setiap Bumil. Jika Moms mengonsumsi salak dan mengalami sembelit (konstipasi) sebaiknya hindari salak atau makan secukupnya saja. Saat memakannya, jangan membuang kulit ari buah salak yang kaya serat.

Salak yang rasanya sepat/kelat adalah yang kaya akan zat tanin. Salak sepat inilah yang justru lebih sering menyebabkan konstipasi dibanding dengan yang rasanya manis.

Cegah Konstipasi


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah konstipasi seperti:
1. Minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari.
2. Makan sayur dan buah yang kaya serat seperti pepaya, pisang, apel dan lainnya.
3. Tetap aktif dan tidak menunda buang air besar.
4. Ketika BAB sebaiknya jangan mengejan terlalu kuat.
5. Hindari makanan pedas dan berminyak.
6. Hati-hati terhadap makanan yang mengandung zat besi yang tidak diolah khusus, karena bisa jadi justru merangsang ambeien.
7. Lakukan senam hamil secara rutin, untuk mengatur napas ketika bersalin nanti dan dapat mengurangi ambeien (jika memang sudah ada ambeien).

Gejala Konstipasi:

1. Sulit buang air besar (BAB), bisa jadi lebih dari 3 hingga 4 hari tidak BAB.
2. Fases menjadi keras.
3. BAB kurang atau tidak tuntas sama sekali.
4. Ketika BAB perlu mengeluarkan tenaga yang ekstra.
5. Rektum dapat mengeluarkan darah.
6. Perut terasa penuh, berat atau mulas.

Hindari Sembarang Obat


Efek dari feses yang keras maka Bumil akan mengejan untuk mengeluarkan feses. Akhirnya, rektum (organ terakhir dari usus besar) membengkak dan berdarah akibat pecahnya pembuluh darah di anus.

Untuk mengatasi konstipasi, BuMil tidak disarankan untuk makan sembarangan obat pencahar atau pelancar BAB. Sebab, selain berpotensi mengganggu perkembangan janin, obat pencahar dapat membuat Bumil dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan merangsang terjadinya kontraksi.


Label: Salak, Hamil dan Makanan, Konstispasi
Sumber: okezone.com

Makan Salak Sebabkan Konstipasi

Saya sedang hamil 4 bulan. Sejak bulan kedua hingga sekarang, saya senang sekali makan buah salak. Belakangan, saya sulit buang air besar (konstipasi). BAB saya mengeras dan cukup menyita tenaga untuk mengeluarkannya.

Apakah ini bahaya mengingat saya sedang hamil? Apa benar terlalu sering makan buah salak bisa menyebabkan konstispasi?

dr. Ari Waluyo, SpOG dari Rumah Sakit Bersalin Asih mengatakan, berdasarkan kandungannya, salak mengandung zat tanin yang dapat dipakai sebagai obat anti diare, tetapi juga dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi sendiri pada Bumil merupakan hal yang cukup sering terjadi.

Pada kehamilan, konstipasi dapat disebabkan oleh peningkatan hormon, pemberian suplemen zat besi, kurangnya asupan serat dan air, kurangnya aktivitas si Ibu, serta kebiasaan menunda buang air besar.

Bila terjadi konstipasi, hal yang paling mengganggu adalah ketidaknyamanan yang dirasakan oleh si Ibu.


Jangan Buang Kulit Arinya


Buah salak sendiri efeknya tidak selalu sama bagi setiap Bumil. Jika Moms mengonsumsi salak dan mengalami sembelit (konstipasi) sebaiknya hindari salak atau makan secukupnya saja. Saat memakannya, jangan membuang kulit ari buah salak yang kaya serat.

Salak yang rasanya sepat/kelat adalah yang kaya akan zat tanin. Salak sepat inilah yang justru lebih sering menyebabkan konstipasi dibanding dengan yang rasanya manis.

Cegah Konstipasi


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah konstipasi seperti:
1. Minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari.
2. Makan sayur dan buah yang kaya serat seperti pepaya, pisang, apel dan lainnya.
3. Tetap aktif dan tidak menunda buang air besar.
4. Ketika BAB sebaiknya jangan mengejan terlalu kuat.
5. Hindari makanan pedas dan berminyak.
6. Hati-hati terhadap makanan yang mengandung zat besi yang tidak diolah khusus, karena bisa jadi justru merangsang ambeien.
7. Lakukan senam hamil secara rutin, untuk mengatur napas ketika bersalin nanti dan dapat mengurangi ambeien (jika memang sudah ada ambeien).

Gejala Konstipasi:

1. Sulit buang air besar (BAB), bisa jadi lebih dari 3 hingga 4 hari tidak BAB.
2. Fases menjadi keras.
3. BAB kurang atau tidak tuntas sama sekali.
4. Ketika BAB perlu mengeluarkan tenaga yang ekstra.
5. Rektum dapat mengeluarkan darah.
6. Perut terasa penuh, berat atau mulas.

Hindari Sembarang Obat


Efek dari feses yang keras maka Bumil akan mengejan untuk mengeluarkan feses. Akhirnya, rektum (organ terakhir dari usus besar) membengkak dan berdarah akibat pecahnya pembuluh darah di anus.

Untuk mengatasi konstipasi, BuMil tidak disarankan untuk makan sembarangan obat pencahar atau pelancar BAB. Sebab, selain berpotensi mengganggu perkembangan janin, obat pencahar dapat membuat Bumil dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan merangsang terjadinya kontraksi.


Label: Salak, Hamil dan Makanan, Konstispasi
Sumber: okezone.com

Makan Berlebih Bisa Terserang Kanker

Mengudap atau ngemil telah berubah menjadi kebiasaan yang umum dan kerap dilakukan banyak orang. Umumnya ngemil sering dilakukan saat menjelang makan malam atau larut malam. Alhasil, tak sedikit yang merasa bersalah usai mengonsumsi makanan favorit mereka. Namun, mengonsumsi makanan berlebih pun dapat memberikan konsekuensi yang merusak kesehatan.

Binge eating berbeda dari ngemil pada umumnya. Binge eating merupakan makan pada suatu periode tertentu, dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih cepat daripada orang-orang pada umumnya, hingga pelakunya merasa benar-benar kenyang. 

Gangguan ini tidak hanya kebiasaan makan berlebih, tapi penderita juga tidak mampu mengontrol dan tidak mempunyai daya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Bahkan mereka menggambarkan makanan sebagai "teman", sehingga berat badan mengalami kenaikan drastis yang berujung pada obesitas.


Beberapa masalah medis yang dapat timbul akibat penyakit ini adalah diabetes tipe 2, osteoarthritis, kolesterol tinggi, hipertensi, penyakit jantung, serta beberapa jenis kanker. Kaum remaja adalah orang yang paling berpotensi menjadi binge eating. Penyakit ini memengaruhi seseorang secara mental dan fisik.

Sebelum Anda khawatir apakah termasuk dalam kategori binge eating, Anda bisa melihat gelaja-gejala binge eating berikut:
-        Makan dalam jumlah besar ketika tidak lapar
-        Makan sendiri untuk mengatasi emosi
-        Merasa bersalah, marah, atau malu setelah makan berlebihan
-        Makan jauh lebih cepat dari biasanya
-        Makan sampai kenyang

Jika Anda termasuk kategori binge eating, penting untuk mencari bantuan karena tentunya akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan Anda. Konsultasikan terlebih dahulu pada ahli gizi yang dapat memberitahu Anda tentang bagaimana mengonsumsi makanan yang sehat dan bisa membantu menekan keinginan Anda untuk makan.

Jika rasa ingin makan Anda tidak terlalu besar, ada baiknya tetap mengikuti pola makan sehari-hari. Makanlah 5-6 dalam porsi kecil dalam satu hari. Ini berfungsi menghentikan rasa lapar dan menekan nafsu makan Anda. Makan sesering mungkin akan juga mencegah Anda dari kebiasaan makan berlebihan. Ketika Anda merasa perlu untuk kudapan, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran.

Hindarilah junk food atau permen dan makanan lain yang biasanya Anda konsumsi. Sering kali ketika kita berpikir kita lapar, padahal sebenarnya kita hanya haus. Bawalah sebotol air setiap Anda bepergian, karena ini bisa membantu Anda untuk menekan nafsu makan Anda. Air tidak hanya baik untuk Anda, tetapi juga membuat hidup Anda lebih sehat.


Sumber: okezone.com

Makan Berlebih Bisa Terserang Kanker

Mengudap atau ngemil telah berubah menjadi kebiasaan yang umum dan kerap dilakukan banyak orang. Umumnya ngemil sering dilakukan saat menjelang makan malam atau larut malam. Alhasil, tak sedikit yang merasa bersalah usai mengonsumsi makanan favorit mereka. Namun, mengonsumsi makanan berlebih pun dapat memberikan konsekuensi yang merusak kesehatan.

Binge eating berbeda dari ngemil pada umumnya. Binge eating merupakan makan pada suatu periode tertentu, dengan jumlah yang lebih banyak dan lebih cepat daripada orang-orang pada umumnya, hingga pelakunya merasa benar-benar kenyang. 

Gangguan ini tidak hanya kebiasaan makan berlebih, tapi penderita juga tidak mampu mengontrol dan tidak mempunyai daya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Bahkan mereka menggambarkan makanan sebagai "teman", sehingga berat badan mengalami kenaikan drastis yang berujung pada obesitas.


Beberapa masalah medis yang dapat timbul akibat penyakit ini adalah diabetes tipe 2, osteoarthritis, kolesterol tinggi, hipertensi, penyakit jantung, serta beberapa jenis kanker. Kaum remaja adalah orang yang paling berpotensi menjadi binge eating. Penyakit ini memengaruhi seseorang secara mental dan fisik.

Sebelum Anda khawatir apakah termasuk dalam kategori binge eating, Anda bisa melihat gelaja-gejala binge eating berikut:
-        Makan dalam jumlah besar ketika tidak lapar
-        Makan sendiri untuk mengatasi emosi
-        Merasa bersalah, marah, atau malu setelah makan berlebihan
-        Makan jauh lebih cepat dari biasanya
-        Makan sampai kenyang

Jika Anda termasuk kategori binge eating, penting untuk mencari bantuan karena tentunya akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan Anda. Konsultasikan terlebih dahulu pada ahli gizi yang dapat memberitahu Anda tentang bagaimana mengonsumsi makanan yang sehat dan bisa membantu menekan keinginan Anda untuk makan.

Jika rasa ingin makan Anda tidak terlalu besar, ada baiknya tetap mengikuti pola makan sehari-hari. Makanlah 5-6 dalam porsi kecil dalam satu hari. Ini berfungsi menghentikan rasa lapar dan menekan nafsu makan Anda. Makan sesering mungkin akan juga mencegah Anda dari kebiasaan makan berlebihan. Ketika Anda merasa perlu untuk kudapan, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran.

Hindarilah junk food atau permen dan makanan lain yang biasanya Anda konsumsi. Sering kali ketika kita berpikir kita lapar, padahal sebenarnya kita hanya haus. Bawalah sebotol air setiap Anda bepergian, karena ini bisa membantu Anda untuk menekan nafsu makan Anda. Air tidak hanya baik untuk Anda, tetapi juga membuat hidup Anda lebih sehat.


Sumber: okezone.com

Makan Almond Cegah Diabetes & Jantung

Rutin mengonsumsi almond ternyata bisa membantu mencegah diabetes dan penyakit jantung. Begitu menurut sebuah penelitian terbaru. Kok bisa?

Para peneliti menemukan, bahwa memasukkan kacang ke dalam makanan kita dapat membantu mengobati diabetes tipe 2, yang menyumbang 90 sampai 95 persen dari semua kasus. Serta memerangi kondisi terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Makan almond juga bisa mengatasi penyakit jantung. Demikian menurut laporan yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition, yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (30/12/2010).

Penderita diabetes memiliki kekurangan insulin atau penurunan kemampuan untuk menggunakan hormon yang memungkinkan glukosa untuk masuk sel dan diubah menjadi energi.


Bila diabetes tidak terkontrol, glukosa dan lemak tetap dalam darah, dan dari waktu ke waktu kerusakan organ vital tak terelakkan.

Studi ini menemukan, bahwa diet kaya almond dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh pengidap pra-diabetes, kondisi di mana orang memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi harus diklasifikasikan sebagai diabetes.

Penelitian dilakukan di Universitas Kedokteran dan Kedokteran Gigi New Jersey yang melihat efek dari mengonsumsi diet almond dapat memperkaya 65 orang dewasa dengan kondisi pra-diabetes.

Kelompok yang diperkaya dengan diet almond menunjukkan peningkatan lebih besar dalam sensitivitas insulin dan penurunan yang signifikan pada LDL-kolesterol dibandingkan dengan kelompok bebas kacang.

Peneliti utama Dr Michelle Wien berkata, "Ini menjanjikan bagi mereka dengan faktor risiko untuk penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular bahwa perubahan diet dapat membantu untuk meningkatkan faktor-faktor yang memainkan peran potensial dalam perkembangan penyakit."

Diperkirakan 55 juta orang di Eropa telah didiagnosa dengan diabetes. Sehingga tak ada salahnya untuk mencoba cara alami ini.


Sumber: okezone.com
 

Sample text

Sample Text

Sample Text