Social Icons

Pages

Rabu, 28 November 2012

Cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami

Assalamualaikum Wr .Wb , Selamat datang di blog "http://makalahkesehatan1.blogspot.com/" yang tentunya menyajikan beberapa tips-tips tentang seputar kesehatan. Dan untuk perjumpaan kita kali ini, saya akan menjelaskan Cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami yang dapat anda baca secara lengkap beserta tips-tips yang dapat membantu anda dalam mengatasi segala problem (Masalah) kesehatan. Dibawah ini anda dapat membaca artikel kesehatan Cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami secara jelas dan mudah untuk anda praktekan, langsung saja ya silahkan baca artikel berikut :

cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami
Cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami - anda bisa membaca beberapa trik dan langkah bagaimana mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami ini di bawah ini :


  • 1. Waktu terbaik untuk mencuci kaki adalah sebelum tidur, karena kaki akan beristirahat dan tidak terkena debu.
  • 2. Rendam kaki dalam air hangat selama 10 menit, lalu gosok secara perlahan menggunakan batu apung. Cara ini akan menyingkirkan sel kulit mati dan menjaga kulit tetap lembut dan sehat. Setelah itu, cuci kaki dengan sabun berformula lembut.
  • 3. Setelah mencuci kaki, keringkan dengan benar menggunakan handuk bersih. Kaki yang lembab bisa menyebabkan kuman betah berada di dalam celah retakan tumit.
  • 4. Setelah kering, oleskan krim khusus kaki. Kenakan kaus kaki dari bahan wool atau lycra yang lembut untuk mengunci nutrisi dari krim.
  • 5. Jangan memakai sepatu yang terlalu sempit karena bisa menyebabkan retak atau pecah-pecah semakin parah dan tumit luka. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, hindari sepatu dengan hak terlalu tinggi. Anda bisa menggunakan bantalan tumit untuk melindungi tumit dari tekanan sepatu yang terlalu keras.
  • 6. Saat di rumah, kenakan sandal atau sleepers untuk mencegah tumit yang pecah-pecah terkena partikel debu di lantai.

Jika Artkel Tips/Cara diatas Cara mengobati kaki pecah-pecah dan kering secara alami tidak memberikan efek apapun, saya sarankan untuk melakukannya secara rutin, insyaallah jika anda melakukannya dengan rutin dan berdoa maka masalah kesehatan tersebut akan cepat sembuh. Terima Kasih dan selamat menjalankan aktifitas, Assalamualaikum.

Selasa, 27 November 2012

Cara Memakai JIlbab Dengan Pashmina Rajut




Cara Memakai JIlbab Dengan Pashmina Rajut | Tutorial Cara Memakai JIlbab Dengan Pashmina Rajut - sebelumnya simak dulu yuk Cara Memakai Jilbab Modis Dengan Kerudung Paris Model: @luckytahidayat Fotografer: @alfoneblueg Pengarah Gaya: @beautifugly @luckytahidayat dan Editor: @beautifugly mari simak selengkapnya Cara Memakai JIlbab Dengan Pashmina Rajut





Cara Memakai JIlbab Dengan Pashmina

Tips Mudah Memasak Mie Instan Yang Sehat

kesehatan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;">kesehatan.jpg" width="212" />
      Hai, Sahabat. Tips kesehatan. Sebagian besar masyarakat kita, paling suka berbagai kegiatan yang sifatnya yang praktis dan dapat dilakukan dengan cepat. Dari makanan pun juga sangat suka yang sifatnya praktis dan mudah di buat. Salah satunya yaitu mie instant. Makanan yang satu ini sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat kita. Tapi tahukah anda, ternyata mie instant sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh anda, jika tidak di masak dengan benar. Lalu, bagaimana tips memasak mie instan yang benar...???




     Sahabat, tips kesehatan. Sebenarnya ada tips ampuh agar terhindar dari dampak negatif mie instan bagi kesehatan, Tapi tidak sedikit dari kita yang tidak mengetahunya. Oleh karena itulah, tips kesehatan kali ini akan mengetengahkan sebuah artikel yang berkenaan tips memasak mie instan yang benar. Sahabat, tips kesehatan. Berikut ini tips memasak mie instan yang benar : 
  1. Tips memasak mie instan goreng yang benar yaitu setelah merebus mie dengan matang, anda harus membuang dahulu air bekas merebus mie tadi dan menyiramkan lagi air panas untuk membilas sekali lagi mie tersebut sebelum menambahkan bumbu dan menggorengnya.
  2. Tips memasak mie instan kuah yang benar yaitu setelah merebus mie dengan matang, anda harus membuang dahulu air bekas merebus mie tadi dan memberikan kuah dengan air panas yang baru, kemudian menambahkan bumbu-bumbunya yang sudah disediakan didalam kemasannya.
  3. Tips Ketiga, bagi anda yang ingin mengurangi konsumsi bumbu-bumbu dari mie instan tersebut. Anda dapat membuat bumbu-bumbunya sendiri yang alami seperti menggunakan bawang putih, merica, kemiri,  garam dan minyak sayur yang mana dapat anda peroleh dengan mudah di dapur masak anda.
                Sahabat, tips kesehatan. Semoga artikel yang berjudul tips memasak mie instan yang benar dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Akhir kata, salam hangat dari penulis.
      Sumber : resep.inicaraku
      Image courtesy of piyato at FreeDigitalPhotos.net

      Senin, 26 November 2012

      Sanitasi Pengelolaan Pestisida

      Aspek Lingkungan Tempat Pengelolaan Pestisida

      Sebagai praktisi Kesehatan lingkungan, salah satu jenis pestisida yang familier adalah pestisida hygiene lingkungan. Pestisida ini merupakan pestisida yang digunakan untuk pemberantasan vektor penyakit menular (serangga, tikus) atau untuk pengendalian hama di rumah-rumah, pekarangan, tempat kerja, tempat umum lain, termasuk sarana angkutan dan tempat penyimpanan/pergudangan. Dan aplikasi dari jenis pestisida ini kita mengenalnya dengan foggig, thermal fog, atau kegiatan dan istilah lainyya terkait pemberantasan vektor secara kimia.

      Terkait dengan penggunaan pestisida, beberapa dasar hukum pengelolaan Pestisida yang kita kenal, antara lain :
      1. Peraturan Pemerintah Nomor : 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan, dan Penggunaan Pestisida
      2. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 280/Kpts/Um/6/1973 tentang Prosedur Permohonan Pendaftaran dan Izin Pestisida.
      3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 24/Permentan/SR.140/4/2011 Tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pestisida 
      4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor   :  258/MENKES/PER/III/1992 Tentang Persyaratan Kesehatan Pengelolaan Pestisida
      5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : PER-03/MEN/1986 tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Tempat Kerja yang mengelola pestisida.
      6. Keputusan Menteri Pertanian No. 949 Tahun 1998 Tentang : Pestisida Terbatas
      Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor   :  258/MENKES/PER/III/1992 terdapat dua jenis penggololngan, yaitu Pestisida dan Pestisida hygiene lingkungan. Yang dimaksud dengan Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :
      • Memberantas atau mencegah hama-hama  dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman; bagian-bagian tanaman, atau hasil-hasil pertanian;
      • Memberantas rerumputan;
      • Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk;
      • Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan;
      • Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak;
      • Memberantas atau mencegah hama-hama air;
      • Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-alat pengangkutan;
      • Memberantas atau mencegah binatang-binatang termasuk serangga yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah atau air;
      Regulasi dan pengaturan teknis penggunaan pestisida memang harus sedemikian detail, mengingat dampak pengunaan pestisida ini. Berbagai komponen yang terlibat dalam tata kelola Pestisida beresiko terpapar pestisida. Misalnya petani, tenaga kerja toko penjual pestisida merupakan kelompok tenaga kerja yang berisiko mengalami keracunan akibat paparan pestisida. Paparan pestisida ke petani terjadi apabila petani bekerja dengan tidak memperhatikan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja, seperti menggunakan alat bantu kerja yang baik dan selalu menggunakan alat pelindung diri pada saat petani melakukan pencampuran bahan aktif dengan air, pengadukan dan penyemprotan pestisida pada tanaman.

      Terjadinya keracunan pestisida sangat berpotensi terjadi pada petani atau petugas pengelola (Toko) Pestisida.  Keracunan baik pada  tingkat ringan atau sedang sangat terkait dengan frekuensi penyemprotan atau dengan potensi terpapar melalui kontak dengan pestisida selama jam kerja (pada tenaga kerja toko penjual pestisida). Proses ini dapat terjadi dan berlangsung misalnya pada saat pestisida diterima dari distributor, pada saat pengangkutan dari kendaraan ke gudang penyimpanan, penataan dan penyusunan di rak atau etalase, memperbaiki atau mengganti pembungkus yang rusak, memformulasikan dan membuat kemasan pestisida dalam ukuran kecil, pada saat membersihkan gudang, toko dan selama tenaga kerja tersebut berada dalam lingkungan udara tempat kerja yang terkontaminasi oleh pestisida. Selain faktor lingkungan, terjadinya keracunan pestisida juga dimungkan karena faktor perilaku pekerja.

      Perilaku yang tidak aman merupakan faktor penyebab utama timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Berdasarkan statistik, lebih dari 80% kecelakaan dan penyakit akibat kerja terjadi karena adanya perilaku yang tidak aman. Kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat terjadi karena kondisi lingkungan yang tidak aman (unsafe condition) dan karena perilaku yang tidak aman (unsafe act). Kedua kondisi tersebut secara sendiri-sendiri maupun bersamaan akan dapat menimbulkan kerugian berupa kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja (Heinrich, 1980).

      Menurut WHO,  kondisi lingkungan yang tidak aman pada toko penjual pestisida dapat dihindari dengan melakukan pengendalian lingkungan. Prinsip pengendalian lingkungan kerja pengelolaan pestisida antara lain meliputi penataan sistem ventilasi yang baik, housekeeping dan maintenance. Sistem ventilasi yang baik pada suatu tempat kerja akan menjamin kesegaran dan kebersihan udara tempat kerja sehingga memberikan kenyamanan dalam bekerja dan memberikan rasa aman dan sehat bagi tenaga kerja yang berada di dalamnya karena ia mampu menghilangkan atau mengurangi kontaminasi yang ada dalam udara dan menggantikanya dengan udara yang bersih (ILO, 1991).

      Aspek Sistem Ventilasi
      Kondisi udara perlu di tata secara optimal agar memberikan kondisi yang nyaman, aman dan sehat untuk bekerja. Dan salah satu tujuan dibuatnya fasiltas ventilasi untuk menciptakan suasana dimaksud. Ventilasi digunakan untuk memberikan kondisi dingin atau panas serta kelembaban di tempat Kerja. Fungsi lain ventilasi untuk mengurangi konsentrasi debu dan gas-gas yang dapat menyebabkan keracunan, kebakaran dan peledakan.

      Secara prinsip sistem kerja ventilasi adalah menggerakan udara kotor di tempat kerja, kemudian menggantikannya dengan udara yang bersih. Sistem ventilasi merupakan hal pokok dalam upaya penyehatan udara lingkungan kerja. Jika ventilasi dibuat dengan standar dan berfungsi baik maka paparan bahan beracun pada tenaga kerja dapat dihindari atau minimal dikurangi.

      Aspek Housekeeping
      Housekeeping atau kebersihan dan pemeliharaan ketatarumahtanggaan merupakan hal yang penting dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang selamat dan sehat.

      Aspek Maintenance
      Menurut ILO (1991), maintenance diartikan sebagai upaya perawatan dengan cara perbaikan dan atau menggantikan bagian yang rusak dari suatu fasilitas baik yang berhubungan dengan kegiatan produksi, bangunan dan fasilitas lainnya agar sesuai dengan standar penggunaannya. Perawatan atau menjaga dan perbaikan suatu peralatan sebelum alat tersebut mengalami kerusakan. Maintenance dapat dilakukan melalui upaya secara periodik atau disebut sebagai periodic inspection and checking maupun inspeksi secara menyeluruh agar diketahui kesalahan dan kerusakan lebih awal.

      Housekeeping dan maintenance meru pakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dan keduanya saling mendukung. Bagaimana suatu tempat kerja dapat tertata dengan baik dan bersih bila upaya perawatan atau maintenance di tem pat kerja tersebut tidak dapat di jalankan dengan baik. Sebagai ilustrasi bagaimana housekeeping mengenai kebersihan suatu lantai kerja dapat tercapai bila kebocoran pada atap tempat kerja tidak segera di atasi melalui upaya maintenance, setiap hujan lantai akan menjadi basah dan kotor sehingga mengganggu kelancaran kerja bahkan dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

      Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 258/MENKES/PER/III/1992 Tentang Persyaratan Kesehatan Pengelolaan Pestisida (Pasal 6), disebutkan bahwa :
      1. Tempat Pembuatan dan Penyimpanan pestisida harus memenuhi persyaratan Kesehatan;
      2. Persyaratan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mengenai lokasi, bangunan, kontruksi fasilitas sanitasi dan tata ruang/letak serta sarana lain yang diperlukan untuk pengamanannya.
      3. Pestisida yang disajikan dalam  ruang penjualan atau dalam pengangkutan harus memenuhi persyaratan Kesehatan untuk menghindarkan gangguan Kesehatan dan atau pencemaran lingkungan.
      4. Ketentuan persyaratan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan (3) ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
      Sesuai Keputusan Dirjen P2M dan PLP Nomor : 32 tahun 1993 tentang Persyaratan Kesehatan Tempat Pembuatan, Penyimpanan, Penyajian dan Pengangkutan Pestisida, diatur tentang tata letak dan fasilitas- fasilitas yang harus dilengkapi agar mudah untuk dibersihkan dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat menjamin keselamatan dan Kesehatan tenaga kerja.


      Toko penjual pestisida merupakan tempat untuk menyimpan pestisida sekalian juga tempat meyajikan pestisida untuk itu perlu diketahui beberapa persyaratan tentang hal tersebut. Persyaratan Kesehatan tempat penyimpanan pestisida adalah sebagai berikut :

      Lokasi: Lokasi berada di tempat bebas banjir di daerah atau kawasan industri, memiliki jarak aman dari pemukiman dan mudah dijangkau oleh kendaraan pengangkut, pemadam kebakaran dan ambulan.

      Kontruksi bangunan: Lantai bangunan harus kedap air dan mudah dibersihkan, bagian luar dilapisi sekat kedap air setinggi 15 cm. Pelataran kedap air dan dikelilingi oleh parit. Langit-langit dan atap terbuat dari bahan yang ringan, mudah pecah oleh panas serta tidak tembus cahaya. Dilengkapi dengan penghisap debu, terdapat pintu darurat. Bahan bangunan tidak mudah terbakar serta pemasangan instalasi listrik harus bebas dari bahaya kebakaran.

      Fasilitas sanitasi: Tersedia tempat air bersih, instalasi pengolahan air limbah, satu kakus untuk 20 tenaga kerja. Kamar mandi dilengkapi dengan shower, tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan lap. Pembersih lantai dilengkapi dengan absorbent dan bahan kimia penetralisasi. Tersedia tempat sampah domestik dan khusus pestisida.

      Tata ruang: Harus tersedia tempat khusus untuk : 1) menyimpan pestisida; 2) kantor; 3) tempat ganti pakaian; 4) ruang istirahat; 5) ruang makan; 6) tempat menyimpan bahan baku pestisida; 7) tempat menyimpan bahan pestisida yang sudah diproses.

      Tata letak: Setiap pestisida di letakan sesuai dengan sifat kimianya, pintu masuk tempat pestisida harus berhubungan langsung dengan ruang khusus lalulintas karyawan dan barang. Pintu utama harus berhubungan langsung dengan bagian luar. Ruangan khusus untuk perubahan atau perbaikan kemasan tidak dibenarkan dekat dengan pintu utama dan ruang kantor harus dipisah dengan ruangan tempat pestisida.

      Tata cara penyimpanan: Setiap barang yang masuk ke gudang harus melalui pemeriksaan agar dapat disimpan secara aman. Bahan makanan, tekstil dan barang sejenis lainya dilarang diletakan di tempat pestisida. Setiap kemasan pestisida tidak boleh diletakan langsung diatas lantai, seperti : 1) kemasan berat (drum, bag dan boxis) diletakan atau disusun diatas balok kayu atau pallet; 2) kemasan kecil letakan atau disusun dalam rak. Tinggi rak masimal 2 meter dan jarak dari atap gudang minimal 1 meter. Sirkulasi barang dengan sistem FIFO (first in first out). Standar jarak rak penyimpanan adalah 5 cm dari dinding, 15 cm dari lantai dan 60 cm dari langit-langit.

      Tata cara istirahat: Setiap orang dilarang berada dalam gudang pestisida selama waktu istirahat, makan dan minum, merokok dan kegiatan lainnya yang tidak berkaitan dengan kegiatan penyimpanan barang.

      Standar dan persyaratan tempat penyajian pestisida adalah sebagai berikut :

      Konstruksi ruangan: Konstruksi diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan dalam pelayanan terhadap pembeli, mudah dibersihkan, luas ventilasi minimal 20 % luas lantai dan pencahayaan minimal 200 lux.

      Tata letak: Setiap jenis (nama dagang) pestisida tidak boleh di sajikan erlalu banyak dalam ruang penjualan, disajikan dalam rak atau lemari dengan tinggi maksimal 2 meter dan tidak boleh langsung diatas lantai. Pestisida yang sangat berbahaya diletakakn dalam lemari kaca terkunci. Tiap jenis pestisida harus jelas batas pemisahannya. Bahan makanan dan obat-obatan tidak boleh didekatkan penyajianya.

      Wadah: Penjualan pestisida tidak boleh dilakukan dengan cara membuka, merubah atau menukar wadah aslinya.

      Sarana lain: Sarana lain yang harus dimiliki : 1) alat pemadam kebakaran;2) alat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan lap; 3) kakus dan kamar mandi.

      Refference, antara lain :
      • Control Technology For The Formulation and Packing of Pesticide (WHO. 1992)
      • Industrial Accident Prevention (Heinrich, H.W. 1980)
      • Encylopaedia of Occupational Health and Safety (ILO, 1991)

      Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat

      Assalamualaikum Wr .Wb , Selamat datang di blog "http://makalahkesehatan1.blogspot.com/" yang tentunya menyajikan beberapa tips-tips tentang seputar kesehatan. Dan untuk perjumpaan kita kali ini, saya akan menjelaskan Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat yang dapat anda baca secara lengkap beserta tips-tips yang dapat membantu anda dalam mengatasi segala problem (Masalah) kesehatan. Dibawah ini anda dapat membaca artikel kesehatan Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat secara jelas dan mudah untuk anda praktekan, langsung saja ya silahkan baca artikel berikut :

      Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat

      Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat - dapat anda baca secara jelas beberapa tips trik bagaimana mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat dengan ramuan tradisiona beserta gejala yang ditimbulkan, di bawa ini :

      Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat Beserta Gejala-gejalanya :


      Gejala atau tanda penyakit campak:

      1. Pada tubuh keluar bintik-bintik kecil
      2. Bersin-bersin dan ingusan.
      3. Gatal
      4. Demam.
      5. Meta merah berair dan sensitif dengan cahaya.

      I. RAMUAN OBAT HERBAL UNTUK CAMPAK
      Bahan:

      • Biji buah nangka (Artocarpus heterophyllus)
      • Air

      Cara membuat obat untuk mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat :

      • Rebus biji buah nangka hingga mendidih
      • Saring air rebusan dan tiriskan
      • Ramuan siap di gunakan

      Cara pengobatan campak dengan Ramuan Tradisional I :

      • Minum ramuan sehari 2 kali, pagi dan sore.
      • Lakukan secara rutin.

      II. OBAT HERBAL UNTUK penyakit CAMPAK
      Bahan:

      • Daun asam muda (Tamarindus indica)
      • Kunyit ( Curcuma domestica)

      Cara membuat obat untuk pengobatan campak dengan Ramuan Tradisional II ::

      • Tumbuh hingga halus daun asam muda dan kunyit secukupnya.
      • Ramuan siap di gunakan sebagai obat penghilang gatal akibat penyakit campak.

      Cara pengobatan campak dengan Ramuan Tradisional II :

      • Balurkan ramuan pada tubuh penderita.
      • Lakukan secara rutin.

      Jika Artkel Tips/Cara diatas Cara mengobati campak pada bayi Secara Alami Dan Cepat tidak memberikan efek apapun, saya sarankan untuk melakukannya secara rutin, insyaallah jika anda melakukannya dengan rutin dan berdoa maka masalah kesehatan tersebut akan cepat sembuh. Terima Kasih dan selamat menjalankan aktifitas, Assalamualaikum.

      Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami

      Assalamualaikum Wr .Wb , Selamat datang di blog "http://makalahkesehatan1.blogspot.com/" yang tentunya menyajikan beberapa tips-tips tentang seputar kesehatan. Dan untuk perjumpaan kita kali ini, saya akan menjelaskan Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami yang dapat anda baca secara lengkap beserta tips-tips yang dapat membantu anda dalam mengatasi segala problem (Masalah) kesehatan. Dibawah ini anda dapat membaca artikel kesehatan Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami secara jelas dan mudah untuk anda praktekan, langsung saja ya silahkan baca artikel berikut :

      Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami
      Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami - dapat anda baca secara jelas beberapa trik dan tips bagaimana cara mengobati bintitan di mata Secara Alami bserta gejala yang timbul di bawah ini :

      Gejala bintitan pada mata umumnya berupa:

      • 1. Rasa gatal disertai sedikit nyeri pada pinggir kelopak mata di tempat bulu mata tumbuh.
      • 2. Inflamasi kecil yang kemudian bertambah besar seperti bisul yang kerap kali pecah sendiri.
      • 3. Rasa nyut-nyutan pada mata ketika menundukan kepala.

      Berikut Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami :

      • 1. Kompres mata dengan handuk hangat kira-kira 15 menit.
      • 2. Gunakan garnier eye roll-on pada mata yang bintitan.
      • 3. Teteskan dengan obat mata seperti insto, visine dll menjelang tidur.
      • 4. Bawang Putih. Oleskan pada bagian mata yang bintitan.
      • 5. Jaga kebersihan muka.

      credit : akimlinovsisa

      Jika Artkel Tips/Cara diatas Cara mengobati bintitan di mata Secara Alami tidak memberikan efek apapun, saya sarankan untuk melakukannya secara rutin, insyaallah jika anda melakukannya dengan rutin dan berdoa maka masalah kesehatan tersebut akan cepat sembuh. Terima Kasih dan selamat menjalankan aktifitas, Assalamualaikum.

      Penyebab Jerawat Pada Vagina





      Penyebab Jerawat Pada Vagina | Penyebab Timbulnya Jerawat Pada Vagina Bintil kecil seperti jerawat di area vagina sebenarnya sering dialami
      kaum perempuan. Jerawat pada vagina ini disebut Hidradenitis
      Suppurativa. Bedanya dengan jerawat di wajah yang melibatkan kelenjar
      minyak, jerawat di vagina berhubungan dengan kelenjar keringat
      (apokrin). Kelenjar ini akan membentuk jerawat ketika
       

      Sample text

      Sample Text

      Sample Text