Social Icons

Pages

Senin, 11 Juni 2012

Makan Almond Cegah Diabetes & Jantung

Rutin mengonsumsi almond ternyata bisa membantu mencegah diabetes dan penyakit jantung. Begitu menurut sebuah penelitian terbaru. Kok bisa?

Para peneliti menemukan, bahwa memasukkan kacang ke dalam makanan kita dapat membantu mengobati diabetes tipe 2, yang menyumbang 90 sampai 95 persen dari semua kasus. Serta memerangi kondisi terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Makan almond juga bisa mengatasi penyakit jantung. Demikian menurut laporan yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition, yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (30/12/2010).

Penderita diabetes memiliki kekurangan insulin atau penurunan kemampuan untuk menggunakan hormon yang memungkinkan glukosa untuk masuk sel dan diubah menjadi energi.


Bila diabetes tidak terkontrol, glukosa dan lemak tetap dalam darah, dan dari waktu ke waktu kerusakan organ vital tak terelakkan.

Studi ini menemukan, bahwa diet kaya almond dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh pengidap pra-diabetes, kondisi di mana orang memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi harus diklasifikasikan sebagai diabetes.

Penelitian dilakukan di Universitas Kedokteran dan Kedokteran Gigi New Jersey yang melihat efek dari mengonsumsi diet almond dapat memperkaya 65 orang dewasa dengan kondisi pra-diabetes.

Kelompok yang diperkaya dengan diet almond menunjukkan peningkatan lebih besar dalam sensitivitas insulin dan penurunan yang signifikan pada LDL-kolesterol dibandingkan dengan kelompok bebas kacang.

Peneliti utama Dr Michelle Wien berkata, "Ini menjanjikan bagi mereka dengan faktor risiko untuk penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular bahwa perubahan diet dapat membantu untuk meningkatkan faktor-faktor yang memainkan peran potensial dalam perkembangan penyakit."

Diperkirakan 55 juta orang di Eropa telah didiagnosa dengan diabetes. Sehingga tak ada salahnya untuk mencoba cara alami ini.


Sumber: okezone.com

Makan Almond Cegah Diabetes & Jantung

Rutin mengonsumsi almond ternyata bisa membantu mencegah diabetes dan penyakit jantung. Begitu menurut sebuah penelitian terbaru. Kok bisa?

Para peneliti menemukan, bahwa memasukkan kacang ke dalam makanan kita dapat membantu mengobati diabetes tipe 2, yang menyumbang 90 sampai 95 persen dari semua kasus. Serta memerangi kondisi terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Makan almond juga bisa mengatasi penyakit jantung. Demikian menurut laporan yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition, yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (30/12/2010).

Penderita diabetes memiliki kekurangan insulin atau penurunan kemampuan untuk menggunakan hormon yang memungkinkan glukosa untuk masuk sel dan diubah menjadi energi.


Bila diabetes tidak terkontrol, glukosa dan lemak tetap dalam darah, dan dari waktu ke waktu kerusakan organ vital tak terelakkan.

Studi ini menemukan, bahwa diet kaya almond dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh pengidap pra-diabetes, kondisi di mana orang memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi harus diklasifikasikan sebagai diabetes.

Penelitian dilakukan di Universitas Kedokteran dan Kedokteran Gigi New Jersey yang melihat efek dari mengonsumsi diet almond dapat memperkaya 65 orang dewasa dengan kondisi pra-diabetes.

Kelompok yang diperkaya dengan diet almond menunjukkan peningkatan lebih besar dalam sensitivitas insulin dan penurunan yang signifikan pada LDL-kolesterol dibandingkan dengan kelompok bebas kacang.

Peneliti utama Dr Michelle Wien berkata, "Ini menjanjikan bagi mereka dengan faktor risiko untuk penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular bahwa perubahan diet dapat membantu untuk meningkatkan faktor-faktor yang memainkan peran potensial dalam perkembangan penyakit."

Diperkirakan 55 juta orang di Eropa telah didiagnosa dengan diabetes. Sehingga tak ada salahnya untuk mencoba cara alami ini.


Sumber: okezone.com

Kontrol Kolesterol Cegah Stroke

Melihat masih rendahnya kesadaran atas risiko kolesterol yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat, PT Pfizer Indonesia (Pfizer) ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami mengenai kolesterol, dampak serta penanganan dan pencegahannya.

Bertepat pada bulan Ramadan ini, Pfizer mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup yang seimbang dan sehat selama menjalani ibadah puasa.

Andriani Ganesmwari, Marketing Communication Senior Manager PT Pfizer Indonesia mengatakan, "Sudah menjadi suatu kebiasaan setiap Ramadan, serta saat Idul Fitri kita memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis dan bersantan. Selain itu, kita pun cenderung mengurangi aktivitas olah tubuh dengan alasan menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari. Tanpa kita sadari perubahan gaya hidup selama Ramadan dan Idul Fitri ini dapat menimbulkan risiko kolesterol tinggi. Oleh karena itu Pfizer, sebagai salah satu perusahaan yang peduli dan terdepan di sektor kesehatan, mengajak masyarakat mengontrol kolesterolnya dengan cermat selama bulan suci ini agar tidak ada sesal di kemudian hari."

Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang 80 persen dihasilkan dalam tubuh, yaitu olah organ hati dan sisanya dari luar tubuh lewat asupan makanan. Kolesterol memiliki beragam fungsi bagi tubuh, antara lain sumber energi, pembentukan dinding sel, dan pembentukan hormon.


Di negara-negara maju dengan konsumsi kolesterol  yang tinggi, seperti Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penelitian yang dilakukan American heart Association (AHA) menyatakan bahwa lebih dari 100 juta orang di negara tersebut memiliki kadar kolesterol di atas rata-rata dan 40 juta di antaranya memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke mencapai 500.000 orang setiap tahunnya.

Data yang dikeluarkan oleh WHO pada 2002 memperlihatkan bahwa hiperkolesterolemia menyebabkan 4,4 juta kematian di dunia. Sebagian besar dari orang yang memiliki sifat hiperkolesterolemia adalah mereka yang mempunyai rata-rata kadar kolesterol cukup tinggi antara 200-250 mg persen.

"Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Di beberapa negara maju prevelensi penyakit jantung koroner sebenarnya sudah mulai menunjukkan penurunan beberapa tahun terakhir ini. Tetapi tidak demikian dengan negara berkembang. Pola hidup yang tidak sehat merupakan faktor utama penyebab meningkatnya kasus penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah. Karena itulah, sangat penting bagi masyarakat untuk mulai menyikapi kolesterol dengan bijak sejak dini dan merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat," ujar spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, dr Arieska Ann Soenarta SpJP (K).

Data lain yang masih berkaitan dengan penyakit yang disebabkan oleh gangguan kolesterol berasal dari hasil International Stroke Conference (konferensi stroke internasional). Konferensi yang diadakan di Wina, Austria tahun 2008 ini menyatakan, bahwa jumlah pengidap stroke di kawasan Asia terus meningkat.

Stroke juga merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia saat ini, dan cenderung mengancam usia-usia produktif di bawah 45 tahun.

Bagi masyarakat yang belum memiliki sifat hiperkolesterolemia, risiko gangguan ini dapat dikontrol dengan secara berkesinambungan mengontrol gaya hidup mereka, melalui pola makan dan olahraga. Selain itu, untuk mendeteksi risiko kolesterol yang mungkin dihadapi, masyarakat harus secara rutin melakukan cek kolesterol setidaknya enam bulan sekali.

Deteksi rutin ini dapat membantu masyarakat untuk lebih cepat bertindak dalam mengantisipasi gangguan kolesterol apabila tingkat risiko mereka sudah dinyatakan tinggi.

"Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki risiko gangguan kolesterol tinggi, mereka harus segera bertindak dengan cepat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuhnya. Penurunan kadar kolesterol ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan secara teratur, dan tentunya perubahan gaya hidup. Kadar kolesterol juga harus diperiksa secara rutin di laboratorium dan dikonsultasikan dengan dokter," jelas dr Arieska.

Berdasarkan Yayasan Stroke Indonesia, saat ini terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktivitas, serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

"Tidak dapat dipungkiri, peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan kolesterol yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, kami mendukung ajakan Pfizer kepada masyarakat untuk lebih mengontrol kolesterolnya serta menjalani hidup yang lebih sehat, baik selama Ramadan dan hari raya maupun setelah itu, agar terhindar dari penyakit-penyakit serius seperti stroke," ujar Dr H Sutarto Prodjo Disastro SpS, spesialis penyakit saraf serta Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia.

Untuk mendukung pola hidup sehat, Pfizer telah mengenalkan konsep 3 Ring Peduli Kolestrol. Langkah ini dilakukan dengan memerhatikan tiga faktor, yaitu asupan makanan, olah tubuh, dan kepatuhan menjalaninya.

"Sejak tahun 2005, Pfizer telah mengenalkan konsep 3 Ring Peduli Kolestrol yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengontrol gaya hidupnya agar terbebas dari gangguan kolesterol. 3 Ring Peduli Kolesterol disusun oleh Pfizer berdasarkan suatu pemahaman terhadap tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan faktor risiko kolesterol yang digambarkan dalam bentuk cincin, yaitu diet (pola makan), exercise (olahraga), dan compliance (kepatuhan)," pungkas Andriani.


Sumber: okezone.com

Langkah Perawatan Hilangkan Bekas Jerawat

Bekas jerawat akan terlihat seperti flek hitam dan ini dapat diatasi dengan perawatan secara teratur menggunakan kosmetika khusus. Biokos memiliki seri White and Clear yang dapat mengatasi kondisi ini. Treatment menggunakan kosmetika ini akan berhasil maksimal bila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Berikut tip praktis untuk perawatan harian:

1. Bersihkan wajah setiap pagi dan malam menggunakan Granular Cleansing Foam. Busa pembersih ini berguna untuk membersihkan, menyegarkan, sekaligus mengangkat sel kulit mati.

2. Sebagai perlindungan kulit sebelum ke luar rumah, gunakan Silky White Moisturizer. Dengan kandungan double sunscreen, Silky White Moisturizer efektif melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A & UV B, sehingga kulit tidak menjadi gelap dan kusam.

3. Untuk optimalisasi metabolisme sel kulit setiap malam hari, gunakan Night Radiance Cream.

4. Pada saat berjerawat, gunakan Biokos Clarifying Lotion. Oleskan tepat pada bagian berjerawat. Losion antijerawat ini mengandung antiseptik dan keratolytic agent untuk mencegah dan mengatasi jerawat tanpa iritasi.

Sementara untuk perawatan mingguan, berikut tipnya:

1. Gunakan Biokos Scrub Gel, gel dengan butiran scrub dari walnut shell lembut yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati.

2. Lanjutkan Massage Cream untuk melancarkan peredaran darah dan menutrisi kulit.

3. Akhiri penggunaan Oil Control Mask untuk kekencangan kulit.


Sumber: okezone.com

Kontrol Kolesterol Cegah Stroke

Melihat masih rendahnya kesadaran atas risiko kolesterol yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat, PT Pfizer Indonesia (Pfizer) ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami mengenai kolesterol, dampak serta penanganan dan pencegahannya.

Bertepat pada bulan Ramadan ini, Pfizer mengajak masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup yang seimbang dan sehat selama menjalani ibadah puasa.

Andriani Ganesmwari, Marketing Communication Senior Manager PT Pfizer Indonesia mengatakan, "Sudah menjadi suatu kebiasaan setiap Ramadan, serta saat Idul Fitri kita memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis dan bersantan. Selain itu, kita pun cenderung mengurangi aktivitas olah tubuh dengan alasan menyimpan tenaga agar kuat menjalani tugas sehari-hari. Tanpa kita sadari perubahan gaya hidup selama Ramadan dan Idul Fitri ini dapat menimbulkan risiko kolesterol tinggi. Oleh karena itu Pfizer, sebagai salah satu perusahaan yang peduli dan terdepan di sektor kesehatan, mengajak masyarakat mengontrol kolesterolnya dengan cermat selama bulan suci ini agar tidak ada sesal di kemudian hari."

Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang 80 persen dihasilkan dalam tubuh, yaitu olah organ hati dan sisanya dari luar tubuh lewat asupan makanan. Kolesterol memiliki beragam fungsi bagi tubuh, antara lain sumber energi, pembentukan dinding sel, dan pembentukan hormon.


Di negara-negara maju dengan konsumsi kolesterol  yang tinggi, seperti Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penelitian yang dilakukan American heart Association (AHA) menyatakan bahwa lebih dari 100 juta orang di negara tersebut memiliki kadar kolesterol di atas rata-rata dan 40 juta di antaranya memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke mencapai 500.000 orang setiap tahunnya.

Data yang dikeluarkan oleh WHO pada 2002 memperlihatkan bahwa hiperkolesterolemia menyebabkan 4,4 juta kematian di dunia. Sebagian besar dari orang yang memiliki sifat hiperkolesterolemia adalah mereka yang mempunyai rata-rata kadar kolesterol cukup tinggi antara 200-250 mg persen.

"Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung koroner. Di beberapa negara maju prevelensi penyakit jantung koroner sebenarnya sudah mulai menunjukkan penurunan beberapa tahun terakhir ini. Tetapi tidak demikian dengan negara berkembang. Pola hidup yang tidak sehat merupakan faktor utama penyebab meningkatnya kasus penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam darah. Karena itulah, sangat penting bagi masyarakat untuk mulai menyikapi kolesterol dengan bijak sejak dini dan merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat," ujar spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah, dr Arieska Ann Soenarta SpJP (K).

Data lain yang masih berkaitan dengan penyakit yang disebabkan oleh gangguan kolesterol berasal dari hasil International Stroke Conference (konferensi stroke internasional). Konferensi yang diadakan di Wina, Austria tahun 2008 ini menyatakan, bahwa jumlah pengidap stroke di kawasan Asia terus meningkat.

Stroke juga merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia saat ini, dan cenderung mengancam usia-usia produktif di bawah 45 tahun.

Bagi masyarakat yang belum memiliki sifat hiperkolesterolemia, risiko gangguan ini dapat dikontrol dengan secara berkesinambungan mengontrol gaya hidup mereka, melalui pola makan dan olahraga. Selain itu, untuk mendeteksi risiko kolesterol yang mungkin dihadapi, masyarakat harus secara rutin melakukan cek kolesterol setidaknya enam bulan sekali.

Deteksi rutin ini dapat membantu masyarakat untuk lebih cepat bertindak dalam mengantisipasi gangguan kolesterol apabila tingkat risiko mereka sudah dinyatakan tinggi.

"Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki risiko gangguan kolesterol tinggi, mereka harus segera bertindak dengan cepat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuhnya. Penurunan kadar kolesterol ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan secara teratur, dan tentunya perubahan gaya hidup. Kadar kolesterol juga harus diperiksa secara rutin di laboratorium dan dikonsultasikan dengan dokter," jelas dr Arieska.

Berdasarkan Yayasan Stroke Indonesia, saat ini terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih dalam usia produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktivitas, serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

"Tidak dapat dipungkiri, peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan kolesterol yang diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, kami mendukung ajakan Pfizer kepada masyarakat untuk lebih mengontrol kolesterolnya serta menjalani hidup yang lebih sehat, baik selama Ramadan dan hari raya maupun setelah itu, agar terhindar dari penyakit-penyakit serius seperti stroke," ujar Dr H Sutarto Prodjo Disastro SpS, spesialis penyakit saraf serta Ketua Bidang Humas dan Penyuluhan Yayasan Stroke Indonesia.

Untuk mendukung pola hidup sehat, Pfizer telah mengenalkan konsep 3 Ring Peduli Kolestrol. Langkah ini dilakukan dengan memerhatikan tiga faktor, yaitu asupan makanan, olah tubuh, dan kepatuhan menjalaninya.

"Sejak tahun 2005, Pfizer telah mengenalkan konsep 3 Ring Peduli Kolestrol yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengontrol gaya hidupnya agar terbebas dari gangguan kolesterol. 3 Ring Peduli Kolesterol disusun oleh Pfizer berdasarkan suatu pemahaman terhadap tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan faktor risiko kolesterol yang digambarkan dalam bentuk cincin, yaitu diet (pola makan), exercise (olahraga), dan compliance (kepatuhan)," pungkas Andriani.


Sumber: okezone.com

Langkah Perawatan Hilangkan Bekas Jerawat

Bekas jerawat akan terlihat seperti flek hitam dan ini dapat diatasi dengan perawatan secara teratur menggunakan kosmetika khusus. Biokos memiliki seri White and Clear yang dapat mengatasi kondisi ini. Treatment menggunakan kosmetika ini akan berhasil maksimal bila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Berikut tip praktis untuk perawatan harian:

1. Bersihkan wajah setiap pagi dan malam menggunakan Granular Cleansing Foam. Busa pembersih ini berguna untuk membersihkan, menyegarkan, sekaligus mengangkat sel kulit mati.

2. Sebagai perlindungan kulit sebelum ke luar rumah, gunakan Silky White Moisturizer. Dengan kandungan double sunscreen, Silky White Moisturizer efektif melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A & UV B, sehingga kulit tidak menjadi gelap dan kusam.

3. Untuk optimalisasi metabolisme sel kulit setiap malam hari, gunakan Night Radiance Cream.

4. Pada saat berjerawat, gunakan Biokos Clarifying Lotion. Oleskan tepat pada bagian berjerawat. Losion antijerawat ini mengandung antiseptik dan keratolytic agent untuk mencegah dan mengatasi jerawat tanpa iritasi.

Sementara untuk perawatan mingguan, berikut tipnya:

1. Gunakan Biokos Scrub Gel, gel dengan butiran scrub dari walnut shell lembut yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati.

2. Lanjutkan Massage Cream untuk melancarkan peredaran darah dan menutrisi kulit.

3. Akhiri penggunaan Oil Control Mask untuk kekencangan kulit.


Sumber: okezone.com

Kontrol Kadar Gula dengan Olahraga

Selain melakukan diet rendah gula, sebaiknya penderita diabetes juga berolahraga untuk menekan kadar gulanya. Nah, olahraga apa yang tepat bagi mereka? 
Manfaat olahraga bagi tubuh sudah tak perlu diragukan lagi. Selain menjaga kesehatan, olahraga juga mampu meminimalisasi berkembangnya beberapa penyakit. Salah satunya adalah penyakit diabetes. Bagi pengidap penyakit diabetes, olahraga sangat membantu mengendalikan gula darah. Dikatakan oleh ahli rehabilitasi medik dari Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, Dr Jovita M Melania SpRM, pengaruh olahraga terhadap diabetes sangatlah besar.

Jika dilakukan teratur, olahraga dapat membantu kendalikan gula darah, ujar Jovita saat menghadiri acara seminar awam bertema Hindari Stroke dan Jantung Akibat Komplikasi Diabetes yang diadakan oleh RS Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, belum lama ini.


Dijelaskan Jovita, olahraga yang dilakukan secara teratur oleh penderita diabetes ini akan meningkatkan aliran darah ke berbagai organ tubuh sehingga badan menjadi segar dan membantu menurunkan kadar kolesterol. Perbaikan profil kolesterol ini akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi penyakit jantung dan stroke yang sering terjadi pada penderita diabetes.

Olahraga dapat memperbaiki ketegangan otot, meningkatkan kekuatan otot, membuat tidur lebih nyenyak, dan mengurangi stres, tandasnya.

Terlebih lagi apabila olahraga dilakukan bersamaan dengan pengaturan makan, maka akan dapat mencapai sasaran yang diinginkan, yakni memperbaiki kadar gula darah. Dengan adanya perbaikan gula darah akibat olahraga yang dilakukan secara rutin, teratur, dan tepat, ini dapat mengurangi kebutuhan atau dosis obatobatan penurun gula darah.

Masih dijelaskan Jovita, biasanya setelah berolahraga akan terjadi peningkatan kebutuhan energi, di mana glukosa adalah sumber energi yang diperlukan otot pada waktu kita bergerak, terutama pada saat berolahraga. Energi mula-mula diperoleh dari pembakaran cadangan glukosa kita di dalam otot. Bila sudah tidak mencukupi, diambil dari glukosa yang sedang beredar dalam pembuluh darah.

Jadi, selama berolahraga kadar glukosa darah dapat turun, terangnya.

Apabila dilakukan secara teratur, maka olahraga dapat mengakibatkan penggunaan glukosa oleh otot meningkat hingga 20 kali lipat, akibat meningkatnya aliran darah, membaiknya kinerja insulin, dan berkurangnya resistensi insulin. Setelah selesai berolahraga, tubuh akan mengambil glukosa yang berasal dari darah untuk mengisi kembali cadangan glukosa di dalam otot dan hati yang telah dipergunakan saat berolahraga.

Hal ini dapat mengakibatkan turunnya kadar glukosa darah hingga beberapa jam setelah selesai berolahraga, jelas Jovita.

Hanya saja saat berolah raga sebaiknya penderita diabetes harus memerhatikan beberapa faktor. Sebaiknya pilih olahraga ringan yang memiliki risiko cedera minimal. Jangan memilih olahraga berat seperti futsal, karena olahraga ini rentan cedera. Seperti diketahui cedera atau luka pada penderita diabetes akan berakibat buruk bagi kesehatannya.

Olahraga ini akan menunjukkan manfaatnya sebagai pengontrol gula darah bila diimbangi dengan asupan pola makan yang seimbang juga. Kurangi gula dan karbohidrat, sebagai gantinya, konsumsi banyak sayuran berserat. Faktor tingginya kadar gula darah jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang. Di antaranya, gangguan saraf tepi yang menyebabkan menurunnya sensasi nyeri, tekanan, dan suhu pada kaki. Oleh karena itu, dalam melakukan olahraga, penderita diabetes haruslah memperhatikan bagian kaki yang merupakan organ tubuh utama untuk menopang kegiatan sehari-hari.

Hal itu dikarenakan kaki sering kurang diperhatikan, bahkan kadang demi keindahan, dipaksakan dikurung tanpa memperhatikan kepentingan kaki itu sendiri. Dengan demikian, kita tidak merasakan bila kaki kita terluka. Karena apabila kaki terluka dan disertai komplikasi pembuluh darah, maka akan memperburuk aliran darah ke kaki.

Hal inilah yang menyebabkan luka sukar sembuh, ujarnya. Jadi, untuk mencegah terjadinya masalah pada kaki, disarankan oleh Jovita, yang terpenting adalah mencegah terjadinya luka.

Dimulai dari pengelolaan diabetes sebaik mungkin sehingga komplikasi kronis dapat dicegah, termasuk kaki diabetes. Pasalnya, bila penderita diabetes mengalami luka di kaki bisa berakibat fatal. Cara perawatan kaki yang baik, yang tampaknya sederhana dapat memberikan manfaat yang sangat besar, ungkapnya.

Adapun cara pencegahan terjadinya luka disesuaikan dengan keadaan risiko kaki. Untuk kaki yang kurang merasa peka, dianjurkan untuk selalu memakai alas kaki guna melindungi kaki tersebut. Jika bentuk kaki sudah berubah, maka perlu perhatian khusus mengenai sepatu atau alas kaki khusus yang dipakai untuk pengguna diabetes. Sedangkan bila ada masalah pembuluh darah, latihan kaki perlu diperhatikan benar untuk memperbaiki aliran darah ke kaki.

Keikutsertaan aktif pasien dan keluarganya dalam usaha pencegahan sangat penting dalam usaha menyelamatkan kaki. Perhatikan dan peliharalah kaki setiap hari seperti memperhatikan dan memelihara wajah, pesannya.


Sumber: okezone.com
 

Sample text

Sample Text

Sample Text