Social Icons

Pages

Senin, 06 Juni 2011

Kangkung, Berkhasiat sebagai Antiracun

Kangkung termasuk sayuran yang sangat populer. Selain biasa dibuat menjadi aneka hidangan menggugah selera, mulai dari tumis, cah, atau lalap, ternyata juga berkhasiat sebagai antiracun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan.

Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, China Selatan, Australia, dan Afrika. Di China, sayuran ini dikenal dengan nama weng cai. Di negara Eropa, kangkung biasa disebut swamp cabbage, water convovulus, atau water spinach.
Sementara di Indonesia, kangkung bisa ditemukan di hampir seluruh daerah. Bahkan, di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke, Papua, kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari bagi masyarakatnya. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar.

Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Dalam satu musim saja, kangkung bisa tumbuh dengan panjang 30-50 cm.

Tanaman ini merambat di lumpur dan tempat-tempat yang basah, seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman bernama Latin Ipomoea reptans ini terdiri atas dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit.



Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna batangnya juga berbeda.

Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air, itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.

Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di antaranya dianggap sebagai pengusir racun dari tubuh. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet.

Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir. Kangkung ternyata juga memiliki manfaat sangat tinggi. Itu karena mengandung vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Mencegah Risiko Kematian

Pengobatan pasien yang terinfeksi virus AIDS penting dilakukan sesegera mungkin. Selain memperbaiki kondisi umum, juga mencegah pasien meninggal lebih cepat.

Sebuah studi terbaru di Amerika menyarankan mereka yang terinfeksi HIV (Human Immuno Deficiency Virus) untuk selekas mungkin ditangani dengan obat-obatan. Pasalnya, menunda pengobatan hingga daya tahan tubuh si pasien turun dapat meningkatkan risiko kematian hingga dua kali lipat dibanding pasien yang ditangani lebih dini.

''Data menunjukkan bahwa risiko kematian lebih tinggi jika pasien hanya menunggu atau mengulur waktu pengobatan dibandingkan mereka yang langsung ditangani," ujar Direktur Penyakit Infeksi dan Alergi Nasional Amerika Dr Anthony Fauci. Data menyebutkan, sekitar 56.300 penduduk Amerika terinfeksi HIV per tahun.



Infeksi virus ini berakibat fatal karena meluluhlantakkan sel-T, yakni sel yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh dalam melawan virus.Pada orang normal dan sehat, jumlah sel T berkisar 800 milimeter kubik.Sementara pada pasien dengan HIV, jumlahnya menurun hingga kurang dari 350 milimeter kubik.

Studi yang dipresentasikan saat konferensi penyakit infeksi di Washington, Amerika Serikat, tersebut dipimpin oleh Dr Mari Kitahata dari Universitas Washington di Seattle. Bersama timnya, dia mengumpulkan data dari 8.374 pasien di Amerika Serikat dan Kanada yang memiliki jumlah sel-T sekitar 351-500, dalam kurun waktu sepuluh tahun (1996-2006).

Sekitar 30% pasien langsung mengonsumsi obat sejak terinfeksi, sedangkan sisanya menunda sampai jumlah sel-T menurun hingga di bawah 350. ''Kami mendapati perbaikan sebanyak 70% pada pasien yang minum obat sejak saat kisaran sel-T-nya masih 350-500,dibandingkan pasien yang menunda pengobatan," sebut Kitahata.

Dua studi terkini lainnya juga melaporkan bahwa mereka yang segera mengonsumsi obat-obatan AIDS saat jumlah sel-T masih di atas 350 berpotensi lebih besar untuk kembali mencapai jumlah normal sel-T dibandingkan mereka yang menundanya. Sementara studi lainnya mengingatkan bahwa mereka yang tidak patuh dengan jadwal minum obat atau mengalami "putus obat" lebih berisiko cepat meninggal.

''Artinya, mulailah sesegera mungkin dan rutinlah minum obat sejak saat pertama kali mengonsumsinya," ujar Kepala Bagian Penyakit Infeksi dari Universitas Kalifornia di San Diego,Dr Robert Schooley. Masalah yang lebih besar bahwa sebanyak sepertiga orang yang terdiagnosis HIV baru menyadari bahwa mereka terinfeksi manakala jumlah sel T sudah turun hingga di bawah 350, yang mana sudah menimbulkan komplikasi serius.

Untuk itu, penggiat AIDS dari Brigham and Women's Hospital di Boston,Dr Daniel Kuritzkes, menekankan pentingnya tes kesehatan untuk mendeteksi mereka yang terinfeksi sedini mungkin. Chen Zhiwei, Direktur Institut AIDS yang giat melakukan studi di Hong Kong dan sejumlah kawasan di daratan China, juga menyarankan teknik pengetesan yang cepat dan praktis.

Peralatan yang umum dipakai di Hong Kong adalah alat mendeteksi kekebalan tubuh terhadap virus.Namun,Chen mengaku terkadang luput menemukan kasus infeksi baru mengingat tubuh biasanya berhenti memproduksi antibodi pada 2 minggu hingga beberapa bulan sejak mulai terinfeksi. Akan tetapi, tes tetap dianggap penting mengingat pada masa-masa tersebut virus yang masuk berpotensi berkembang amat cepat.

''Diagnosis dini sangatlah penting. Kita harus mengidentifikasi kasus-kasus infeksi baru, terutama pada orang yang aktif secara seksual. Segera setelah terinfeksi, virus akan berkembang terus sehingga potensi menulari orang lain pun sangat tinggi," ujar Chen seraya merekomendasikan penggunaan tes PCR (polymerase chain reaction) yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam darah.

Kombinasi obat yang telah tersedia sejak pertengahan tahun 1990-an,memungkinkan infeksi HIV sebagai kondisi kronis yang dapat dikendalikan. Artinya, orang yang hidup dengan HIV/AIDS tetap dapat berumur panjang seperti halnya orang normal. Namun, adakalanya muncul efek seperti masalah kolesterol dan jantung, diare dan mual.

Mereka juga harus rutin mengonsumsi jika tak ingin mengalami resistensi yang membuat obat tak mempan lagi menekan laju HIV. Saat ini, obat kombinasi terbaru umumnya lebih minimal efek samping dan lebih praktis karena cukup dikonsumsi 1-2 pil per hari.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Vaksin AIDS Masih Suram

PERJALANAN untuk menemukan vaksin pencegah AIDS tampaknya masih panjang. Krisis ekonomi yang melanda dunia rupanya turut berpengaruh terhadap pendanaan penelitian AIDS, dan itu artinya juga berdampak terhadap kemunduran upaya penemuan vaksin pelawan HIV penyebab AIDS.

Direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi di Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan, tidak mungkin memprediksi kapan pastinya ilmuwan medis dapat mengembangkan vaksin AIDS yang efektif di saat masih merebaknya sejumlah penyakit mematikan lainnya seperti campak dan cacar air. "Akankah ada jaminan bahwa kita akan sukses mendapatkan vaksin dalam kondisi seperti ini? Namun, bukan berarti kita lantas menyerah untuk terus mencoba menemukannya," ujar Fauci saat menghadiri konferensi internasional tentang vaksin AIDS di Cape Town Afrika Selatan bersama 900 ahli medis lainnya.

Afrika Selatan merupakan pusat epidemi AIDS. Data menyebutkan, dari total 33 juta pengidap HIV/AIDS di seluruh dunia, sekitar 5,5 juta di antaranya berada di wilayah ini.



Kemunduran ekonomi telah ikut meredupkan semangat ilmuwan yang sebelumnya telah bersusah-payah melakukan riset. Salah satu temuan terakhir vaksin HIV ternyata tak hanya gagal mencegah infeksi, malah menunjukkan peningkatan risiko terinfeksi virus tersebut. Hal ini tentu menambah keputusasaan para peneliti.

Belum lagi embusan isu bahwa yayasan yang bergerak di bidang sosial semacam Bill and Melinda Gates Foundation akan memangkas anggaran dana amal mereka. Padahal, yayasan ini merupakan salah satu penyokong dana terbesar dalam proyek-proyek kesehatan dan pengembangannya. "Ini bukanlah kabar baik bagi dunia penelitian secara umum, terutama penelitian tentang vaksin," sebut Ketua Global HIV Vaccine Enterprise, Alan Bernstein. "Benar-benar tahun yang penuh gejolak," katanya.

Fauci mengungkapkan, Institut Kesehatan Nasional tahun ini menganggarkan USD1, 5 miliar untuk AIDS, dan USD491 juta di antaranya dikhususkan untuk dana riset vaksin AIDS. Anggaran ini sebenarnya naik dari USD703 juta pada 1998 (USD115 juta untuk vaksin), dan USD223 juta pada 1988 (USD22 juta untuk riset vaksin). Masalahnya, kala itu para ilmuwan masih optimistis akan kesuksesan vaksin.

Fauci menampik kritik yang menuduh bahwa telah terlalu banyak dana yang dikeluarkan untuk menemukan vaksin. "Jika Anda dapat mencegah infeksi, itu artinya Anda mencegah pengeluaran yang sangat besar untuk membeli obat seumur hidup," ujarnya. Obat yang dimaksud Fauci adalah terapi antiretroviral yang dapat memperpanjang harapan hidup pengidap HIV/AIDS selama beberapa tahun.

"Sejarah juga membuktikan, vaksin merupakan langkah pencegahan paling efektif dari segi biaya," katanya mantap.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation/UN) tahun lalu juga pernah menyerukan pemerintah agar merekomendasikan khitan (sunat) pria sebagai salah satu upaya pencegahan AIDS.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Osteoporosis Cegah dengan Olahraga

OSTEOPOROSIS selama ini diidentikkan dengan penyakit orangtua, padahal tanpa olahraga teratur, osteoporosis juga bisa menyerang usia muda.

Kesibukan dari rutinitas sehari-hari terkadang membuat banyak orang berpikir dua kali untuk berolahraga. Selain waktu yang semakin sempit, berolahraga dianggap sebagai kegiatan yang melelahkan. Padahal, dengan olahraga teratur, banyak penyakit bisa dicegah.

Mulai jantung koroner hingga osteoporosis yang selama ini diidentikkan dengan penyakit orangtua. Ternyata, saat ini osteoporosis bisa pula menyerang anak muda karena gaya hidup yang salah, termasuk jarang berolahraga dan melakukan aktivitas fisik.

Gerak tubuh penderita osteoporosis atau keropos tulang sangat berbeda. Hal itu karena pengidap osteoporosis rawan sekali terhadap patah tulang. Olahraga untuk penderita osteoporosis harus dimulai dari gerakan paling ringan dan kemudian secara bertahap ditingkatkan untuk menghindari terjadinya cedera dan memungkinkan tubuh membentuk daya tahan.



Peningkatan olahraga bagi penderita osteoporosis juga dilakukan lebih perlahan dibandingkan dengan orang yang memiliki tulang sehat. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah gerakan pemanasan dan pendinginan dengan gerakan peregangan lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki tulang sehat. Selisih waktu itu bisa mencapai 10 menit.

Osteoporosis merupakan suatu penyakit saat tulangtulang menjadi rapuh dan mudah patah akibat hilangnya sebagian kalsium dalam tulang. Osteoporosis sering juga disebut silent disease karena proses hilangnya kalsium dari tulang terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala. Biasanya, penderita menyadari terserang osteoporosis setelah mengalami patah tulang. Biasanya, terjadi di paha, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Sebetulnya, bagian tulang mana pun bisa terpengaruh, tapi yang paling membutuhkan perhatian jika kerapuhan terjadi pada tulang paha dan belakang.

Patah tulang paha hampir selalu membutuhkan tindakan operasi, dan dapat mengganggu kemampuan berjalan dan bahkan bisa menyebabkan cacat permanen sampai kematian. Sementara patah tulang belakang juga memiliki konsekuensi serius, seperti tubuh memendek, nyeri punggung, dan perubahan bentuk punggung.

"Olahraga memberikan keuntungan dalam meningkatkan kebugaran tubuh dan tulang. Olahraga juga mampu menjadi pengobat berbagai penyakit, termasuk osteoporosis," kata Dosen Ilmu Kedokteran dan Olahraga Universitas Indonesia dr Subiakto SpKO, beberapa waktu lalu.

Gerak tubuh pada penderita osteoporosis, menurut Subiakto, tidak bisa disamakan antarsetiap penderita. Karena tidak semua penderita osteoporosis mengalami kerusakan tulang yang sama. Itu menyebabkan setiap penderita memiliki tahap berbeda dalam berolahraga. "Penting mengetahui kerusakan tulang penderita. Dengan mengetahui bagian dan tingkat keparahan osteoporosis, tahapan dalam olahraga setiap pasien baru bisa ditentukan," sebutnya.

Lebih lanjut diterangkan Subiakto bahwa selama ini para dokter mengira untuk mencapai puncak massa tulang hanya tergantung pada diet, termasuk kalsium dan paparan sinar matahari.

Namun, untuk mendapatkan tulang yang kuat seumur hidup, ternyata sangat ditunjang oleh olahraga teratur yang sama pentingnya seperti diet.

"Olahraga dan latihan secara teratur mempunyai efek positif terhadap kepadatan massa tulang dan kekuatan tulang. Olahraga teratur sejak dini sangat dianjurkan. Karena itu bisa menjaga kekuatan tulang hingga usia lanjut," katanya.

Olahraga yang tepat untuk mendapatkan kepadatan massa tulang menurut dokter berkulit sawo matang ini adalah mengayuh sepeda statis, dengan beban yang disesuaikan dengan kondisi tulang. Olahraga lainnya yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kepadatan massa tulang adalah berjalan kaki

Pentingnya berolahraga ternyata juga dibuktikan dengan penelitian terhadap anak-anak yang aktif selama 40 menit dalam berbagai permainan gerak tubuh, ternyata mempunyai tulang yang lebih kuat dari anak yang pendiam (duduk saja).

Anak laki-laki yang sangat aktif (lari, lompat,) mempunyai area tulang yang lebih kuat 12 persen dari anak tidak aktif. Demikian pula anak perempuan yang aktif mempunyai tulang lebih kuat 9 persen dari teman perempuannya yang kurang aktif.

"Dulu saya berpikir osteoporosis hanya diidap oleh usia lanjut saja. Ternyata saya keliru. Karena baru memasuki usia 49 tahun, saya sudah memiliki gejala osteoporosis pada kaki," kata salah seorang ibu rumah tangga, Wulan Kreshna, yang tinggal di Jakarta.

Setelah mengetahui dirinya memiliki gejala osteoporosis, Wulan mengaku semakin sering berkonsultasi dengan dokter tulang dan melakukan olahraga yang dianjurkan. "Awalnya saya diperiksa intensif, setelah itu baru dianjurkan untuk melakukan tahapan-tahapan olahraga," sebutnya lagi.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Hindari Influenza dengan Pola Hidup Higienis

Musim kemarau sebentar lagi akan berganti dengan musim penghujan. Perubahan musim ini biasanya membawa banyak masalah, khususnya masalah kesehatan. Ada begitu banyak penyakit yang timbul karena perubahan musim. Salah satunya adalah influenza. Bagaimana mencegah penyakit ini?

Perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Gejala awal penyakit ini, menurut dr Inis Sumiati, Sp. THT dari Rumah Sakit Sentra Medika, Cisalak, Depok, Jawa Barat, ditandai dengan adanya gangguan saluran pernapasan, seperti batuk, pilek atau influenza disertai dengan bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh atau demam dengan suhu tubuh di atas 37 derajat Celsius.

Faktor Penyebab dan Gejala

Pada orang yang terkena influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38-40 derajat Celsius. Selain itu, kepala juga akan terasa sakit, kurang nafsu makan, suara parau, batuk tidak produktif (batuk kering dan tidak berdahak) dan sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak merah. "Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan hilang 3-5 hari," ujarnya.



Musim pancaroba memang sangat tidak mengenakan karena biasanya orang lebih sering terserang flu atau influenza yang merupakan penyakit akut dari saluran pernapasan. Biasanya influenza ini disebabkan oleh virus, yang bisa saja menyerang sampai ke otak. Influenza merupakan penyakit ringan tetapi tetap berbahaya untuk mereka yang berusia sangat muda dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas.

Pada dasarnya, reservoir influenza adalah manusia itu sendiri. Hewan-hewan seperti babi, kuda dan burung diyakini sebagai penyebab terjadinya virus influenza yang baru, karena ada suatu rekombinasi gen dengan starin-strain virus lain yang berasal dari manusia. "Biasanya penyebaran penyakit ini melalui media tetesan air (droplet) pada waktu batuk dan melalui partikel yang berasal dari sekret hidung atau tenggorokan yang melayang di udara, terutama di ruangan-ruangan yang tertutup dan penuh sesak manusia," terangnya.

Saat ini ada tiga tipe virus influenza, yaitu A, B, dan C. Ketiga tipe virus ini dapat dibedakan dengan complement fixation test. Tipe A merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik. Dan epidemik jenis ini terjadi dengan interval dua sampai tiga tahun. Tipe B biasanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada tipe A dan kadang-kadang mengakibatkan epidemi yang terjadi dengan interval empat sampai lima tahun. Tipe C adalah tipe yang diragukan patogenitasnya untuk manusia.

Virus yang menyebabkan influenza adalah orthomyxovirus golongan RNA yang mempunyai afinitas untuk myxo atau musin. Struktur antigenic virus influenza ini meliputi tiga bagian, antara lain berupa antigen S atau soluble antigen (partikel virus yang terdiri atas ribonukleopratein), hemaglutinin dan neoramidase.

Pencegahan

Infeksi virus influenza sebelumnya akan memberikan kekebalan terhadap reinfeksi dengan virus yang homolog. Karena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen, antigen pada virus influenza akan berubah sehingga seseorang masih mungkin diserang secara berulang kali dengan starin-strain virus influenza yang telah mengalami perubahan ini. Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi sekitar 70 inhaler. Penggunaan inhaler tidak dilarang karena sebagian orang akan merasa nyaman dan influenzanya hilang seketika jika menggunakan inhaler. Hal seperti itu biasanya disebut dengan sensasi aliran nafas. Sensasi sumbatan sama sekali tidak berhubungan dengan androdinamik hidung atau tekanan hidung.

Sensasi normal dari pernafasan hidung ditentukan oleh sensasi dari rasa dingin dari epitel hidung pada 1/3 bagian depan hidung. Pemakaian mentol atau inhaler akan menunjukkan peningkatan sensasi aliran udara hidung tanpa meningkatkan tekanan hidung. Saluran sumbatan secara objektif mungkin saja tidak berhubungan dengan tekanan hidung. Instalasi aroma terapi dapat meningkatkan sensasi potensi hidung, tanpa berhubungan dengan permukaan tahanan aliran udara di hidung.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Manfaat Kontrasepsi

Mencegah kehamilan adalah cara menekan laju pertumbuhan manusia, terutama mencegah ledakan penduduk pada 2015. Alat kontrasepsi menjadi salah satu medianya.

Data The Alan Guttmacher Institute, New York, menyebutkan, di dunia kira-kira 85 dari 100 perempuan yang aktif secara seksual tidak menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Alhasil, terjadi kehamilan dalam waktu satu tahun.

Tak heran, lebih dari seperempat wanita yang hamil melakukan pengguguran. Mereka adalah bagian dari 123 juta orang di dunia yang tidak menggunakan kontrasepsi, khususnya dari negara berkembang.

"Kebutuhan akan kontrasepsi di negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah sangat krusial. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat yang kurang memiliki pemahaman mengenai kontrasepsi maupun pilihan kontrasepsi yang digunakan," sebut Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) Indonesia Prof Biran Affandi SpOG (K) MD PhD.



Kontrasepsi berasal dari kata kontra, berarti "mencegah" atau "melawan" dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Jadi, maksud dari kontrasepsi adalah menghindari terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur matang dengan sel sperma.

Pada masyarakat awam, alat kontrasepsi dikenal hanya sebagai alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Namun, sebenarnya banyak sekali manfaat dari alat kontrasepsi. Contohnya sebagai kebutuhan fisik, kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan.

"Kontrasepsi ini mempunyai banyak manfaat. Karena itu, kontrasepsi sudah menjadi kebutuhan modern bagi masyarakat sekarang," paparnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr Sugiri Sjarief MPA. Dia menuturkan, perkembangan penduduk di Indonesia sudah meningkat sejak 2000 lalu. Data BKKBN terkini (2007) mengungkapkan, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 224,9 juta dan merupakan keempat terbanyak di dunia.

Berdasarkan kuantitasnya, penduduk Indonesia tergolong sangat besar, tapi dari segi kualitas masih memprihatinkan dan tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Dokumen yang sama juga menyatakan,tingkat pemakai alat kontrasepsi atau Contraceptive Prevalence Rate (CPR) di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 1997, jumlahnya hanya 57%, sedangkan sekarang sudah mencapai 61,4% (SDKI 2007).

Hanya, hal tersebut masih menjadi kekhawatiran pemerintah dalam menghadapi kemungkinan terjadinya "ledakan" jumlah penduduk. Walaupun tingkat pemakaian kontrasepsi sudah tinggi, kampanye akan pentingnya kontrasepsi masih dilakukan. Ini demi mencapai salah satu tujuan dari BKKBN pada 2050 mendatang.

"Pasangan usia subur yang menggunakan metode kontrasepsi terus meningkat mencapai 61,4 %. Pola pemakaian kontrasepsi suntik terbesar adalah suntik," jelas Sugiri.

Banyak pasangan usia subur belum menemukan alat kontrasepsi yang sesuai secara rasional, baik tujuan pengaturan kelahiran atau kondisi fisik biologisnya. Di samping itu, masih banyak pengguna kontrasepsi yang kurang efektif, efisien, serta memiliki jangka penggunaan sesuai kebutuhan. Yakni, apakah tujuannya untuk menunda, menjarangkan kelahiran, atau tidak menginginkan anak lagi.

Bertepatan dengan hari kontrasepsi dunia yang jatuh pada 26 September 2008 lalu, PT Bayer Indonesia menggelar kegiatan pembagian informasi mengenai kontrasepsi. Kegiatan itu dilakukan di 15 pusat keramaian Jakarta, di antaranya Terminal Senen, Stasiun Gambir, dan ITC Ambassador.

"Kegiatan yang diperingati serentak di seluruh dunia ini dilakukan sebagai upaya untuk kembali menyadarkan masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, mengenai pentingnya kontrasepsi pada pasangan usia subur," tutur Business Unit Manager Woman Healthcare dari PT Bayer Indonesia, Dr Rosalina Sutadi saat acara pembagian informasi mengenai kontrasepsi yang mengangkat tema "Your Life, Your Body, Your Choice" di Mall ITC Ambassador, 26 September 2008.

Tingkat kehidupan yang berbeda akan memunculkan kebutuhan yang berbeda pula dalam hal kontrasepsi. Karena itu, kontrasepsi merupakan pilihan individu. Diperlukan sosialisasi kesadaran dan edukasi mengenai kontrasepsi untuk memberdayakan masyarakat tentang informasi yang benar, edukasi dan komunikasi untuk memberikan kesempatan membuat pilihan kontrasepsi dengan penuh kesadaran.

Penyakit HIV/AIDS Terus Meningkat

PENYEBARAN penyakit HIV/AIDS menjadi sorotan pemerintah, dalam hal ini Departemen Kesehatan (Depkes). Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah kegiatan yang diadakan Depkes bersama para mitra program penanggulangan penyakit mematikan itu.

Misalnya, melakukan Survei Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) pada 2007 lalu. Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Nafsiah Mboy mengatakan, prevalensi penyakit HIV yang tertinggi masih terjadi di kalangan berisiko pengguna jarum suntik narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau napza.

Namun, dikhawatirkan beberapa tahun ke depan mulai bergeser pada pelaku kegiatan seksual tidak aman atau tanpa kondom. "Data jumlah penderita penyakit menular terus meningkat," ujar Nafsiah pada saat acara diskusi peluncuran diseminasi Survei Terpadu Biologis Perilaku di Gedung Depkes, Jln HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (13/10).

Dia menuturkan, upaya penanggulangan atau meredam penyebaran kasus HIV/AIDS pada kelompok berisiko tinggi yang dilakukan pemerintah dan sejumlah pihak terkait tidak terlalu efektif. Pemakaian kondom belum juga menjadi kebiasaan bagi pelaku berisiko tinggi. Survei STBP menunjukkan peningkatan penyakit kelamin di Tanah Air yang mungkin paling tinggi di dunia.

Lebih lanjut dikatakan, kendala terbesar mengapa program penanggulangan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS gagal, dikarenakan pola pikir dan perilaku sosial budaya pada masyarakat yang salah. Contohnya, anggapan orang-orang yang meyakini laki-laki yang jantan adalah laki-laki yang suka berganti-ganti pasangan seks.

"Laki-laki jantan seharusnya yang bisa melindungi diri dan pasangannya dari penyakit infeksi menular seks (IMS)," paparnya. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Depkes Tjandra Yoga Aditama menuturkan, survei tersebut dilakukan di 14 kota dengan kelompok sasaran yang terbagi menjadi lima.

"Kelompok sasaran itu terdiri atas kelompok sasaran,yaitu wanita penjaja seksual, lelaki yang suka lelaki, waria, pria berisiko tinggi, dan pengguna napza suntik," ucapnya di acara yang sama. Tjandra mengatakan, sopir truk dan anak buah kapal adalah kelompok paling tinggi tertular HIV.

Hubungan seks tanpa kondom antara wanita pekerja seks dan pelanggannya dikatakan menjadi cara penularan HIV terbesar kedua di Indonesia.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com

Perlancar Aliran Darah <a href="http://toko-alkes.com">pasien</a> Stroke

ISOFLAVON yang terkandung pada kacang-kacangan dan daun kemangi bermanfaat memperlancar aliran darah pasien stroke dan masalah pada wanita menopause.

Penelitian terbaru di Hong Kong melaporkan bahwa isoflavon, suatu zat yang terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, buncis, kacang polong, dan daun kemangi dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah nadi (artery) pada pasien stroke. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal itu merupakan studi investigasi pertama untuk mengetahui efek suplemen isoflavonpada brachialartery (pembuluh nadi utama di lengan).

Peneliti menemukan bahwa 12 minggu pasca-pemberian suplemen isoflavon dengan dosis 80 mg per hari, aliran darah di arteri menjadi lebih lancar. Kondisi ini penting terutama bagi pasien stroke ischaemic yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah.
"Temuan ini mungkin memiliki implikasi penting untuk menggunakan isoflavon sebagai langkah pencegahan sekunder pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular, di samping penanganan secara konvensional," demikian dituliskan peneliti.

Dalam studi tersebut, peneliti melibatkan 50 pasien yang diminta mengonsumsi suplemen isoflavon, dan 52 pasien lainnya yang hanya diberi pil plasebo atau bahan lain yang tidak menimbulkan efek terapeutik. Setelah 12 minggu, dengan bantuan gelombang ultrasound peneliti mengukur aliran darah pada brachial artery pasien selama semenit setelah terlebih dulu melepaskan turniket (alat untuk menghentikan perdarahan) di bagian lengan bawah pasien.



Sebelum penelitian, 80% pasien memiliki gangguan kardiovaskular yang ditandai aliran darah lemah atau lambat (kurang dari 3,7%). Namun, setelah 12 minggu penelitian, terjadi peningkatan aliran darah di nadi sekitar 1% pada pasien yang mengonsumsi suplemen isoflavon. Kendati demikian, peneliti menyadari bahwa terlalu dini untuk secara klinis merekomendasikan suplemen isoflavon bagi pasien stroke.

"Studi kami menyiratkan bahwa diet tinggi isoflavon bermanfaat mengurangi risiko kardiovaskular pada pasien stroke iskhemik," sebut ahli jantung dari Universitas Hong Kong, Prof Tse Hung-fat.

"Sampai pada titik ini, asupan suplemen isoflavon secara teratur belum dianjurkan. Pasalnya, manfaat dan efek samping jangka panjangnya masih belum jelas. Jadi, diet seimbang masih menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan," sebutnya.

Terkait manfaat kedelai, penelitian sebelumnya dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) di Sekolah Kedokteran Harvard, Amerika, menemukan bahwa kandungan zat dalam kedelai efektif mengurangi frekuensi dan rasa tidak nyaman akibat semburan panas (hot flushes) pada wanita menopause. Tingkat pengurangan semburan panas mencapai 52%. Efek samping negatif juga tak ditemukan.

"Kami mencoba menemukan alternatif aman dan efektif untuk terapi hormon," sebut salah seorang tim penulis studi, George Blackburn MD PhD. "Studi kami mendapati bahwa pasien yang mengonsumsi suplemen kedelai menunjukkan pengurangan tingkat semburan panas," katanya.

Studi dilakukan terhadap 147 wanita menopause yang dibagi tiga kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi DRI dengan dosis 40 mg, dan 60 mg bagi kelompok kedua. Sementara kelompok ketiga hanya diberi pil plasebo. Setelah 12 minggu, frekuensi semburan panas berkurang 52% pada kelompok 1, dan 51% pada kelompok 2. Sementara kelompok 3 hanya berkurang 39%.

Diperkirakan, sekitar 75% wanita menopause di seluruh dunia mengalami semburan panas dengan gejala rasa panas yang datang tiba-tiba dan berkelanjutan. Melihat kenyataan bahwa gejala ini lebih jarang ditemui pada negara yang penduduknya banyak mengonsumsi kedelai, tim peneliti dari BIDMC tertarik mengetes kandungan kedelai, dalam hal ini yang sudah dikemas sebagai suplemen daidzein-rich isoflavone-aglycone (DRI).

"Struktur kimianya sangat mirip estrogen yang diproduksi tubuh. Dengan begitu bisa turut membantu mekanisme tubuh saat produksi alami estrogen sedang menurun," kata ahli kebidanan dan kandungan dari BIDMC, Hope Ricciotti MD.


Sumber: www.lifestyle.okezone.com
 

Sample text

Sample Text

Sample Text